Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto (dok. PBSI)
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto (dok. PBSI)

Thailand Open II

Pelatih Akui Ganda Putra Alami Penurunan Drastis

Olahraga bulu tangkis
Gregorius Gelino • 23 Januari 2021 19:05
Bangkok: Langkah ganda putra Indonesia di Toyota Thailand Open berakhir di babak semifinal. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang menjadi harapan terakhir takluk dari wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin, lewat rubber game 14-21, 22-20, dan 21-12.
 
Sementara itu, ganda putra andalan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, justru tersingkir pada babak pertama. Mereka gagal membendung wakil Inggris, Ben Lane/Sean Vendy.
 
Sementara ganda putra junior Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, tersingkir pada babak kedua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya memang ganda putra tidak mencapai target. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian memang yang kami harapkan, tapi ternyata tidak berhasil. Mereka gagal. Nanti latihannya akan dievaluasi lagi. Memang banyak penurunan," sebut Herry kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
 
"Cederanya Ahsan ada pengaruhnya, tapi lebih besar pengaruh karena stamina, karena usia tidak bisa dibohongi. Kalau memang tadi mau menang, kan seharusnya bisa dua gim. Yang gim kedua itu kan sudah setting," jelas Herry.
 
"Memang pada saat setting itu, ganda kita itu membuat kesalahan. Dua poin itu kan nyangkut sendiri. Memang handicapnya di lapangan, menang angin, kalah angin, atau bolanya juga sedikit berat. Pemain-pemain seusia mereka ada handicap di situ. Saya berharap, nanti di World Tour Final penampilannya bisa lebih baik lagi," tuturnya.
 
"Fajar/Rian banyak orang bilang menurun, memang betul mereka menurun. Kemarin juga sudah ngobrol. Memang lama tidak ada pertandingan, sepuluh bulan vakum, jadi sedikit kagok buat mereka," kata Herry.
 
"Ritme, irama, dan suasananya hilang. Sudah lama tidak bertanding, jadi harus beradaptasi lagi. Walaupun memang mereka termasuk pemain yang sudah top 10. Kita memang harus bisa mengatasinya," tambahnya.
 
"Tapi dari semuanya, kendala itu nomor satunya memang Fajar tangannya ada masalah, jadi tidak bisa maksimal sekali. Hanya mengandalkan Rian saja. Memang bukan alasan, itu kenyataan. Di samping itu memang penampilannya menurun, harus diakui," tutup Herry. 
 
(ASM)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif