Ilustrasi bulu tangkis. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi bulu tangkis. (Foto: Pixabay)

Kaleidoskop Bulu Tangkis 2022: Bagas/Fikri Juara All England hingga Nova Widianto Pindah Melatih Malaysia

Kautsar Halim • 29 Desember 2022 12:09
Jakarta: Berbagai peristiwa dari kancah bulu tangkis Indonesia terjadi pada sepanjang 2022. Namun, tidak semuanya tentang prestasi karena terdapat kegagalan dan polemik juga yang mewarnai perjuangan para pebulu tangkis Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.
 
Medcom.id lantas merangkum berbagai peristiwa tersebut menjadi enam bagian, yakni mulai dari Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang menjuarai All England hingga Nova Widianto yang pindah melatih tim bulu tangkis Malaysia. Berikut rinciannya:
 
1. Kejutan Bagas/Fikri Menjuarai All England 
Tidak ada yang menyangka Bagas/Fikri bisa menjadi yang terbaik di All England. Sebab, mereka tergolong sebagai atlet muda nonunggulan dan turnamen tertua bergengsi itu juga diikuti juga oleh para pebulu tangkis top dunia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Bagas/Fikri tak gentar dengan catatan di atas kertas dan bisa memastikan diri sebagai juara setelah mengalahkan seniornya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada fase final, Minggu 20 Maret. Saat itu, Bagas/Fikri menang dengan skor 21-19, 21-13 dalam tempo 37 menit. 
 
Sebelum menaklukkan Ahsan/Hendra, Bagas/Fikri bahkan mampu menundukkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia), Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang), Ong Yew Sin/Teo Ee yi (Malaysia), dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia).
 
2. Untuk Pertama Kali, Piala Thomas Indonesia Direbut India
Tim bulu tangkis putra Indonesia gagal mempertahankan gelar juara Piala Thomas pada Mei 2022. Namun apesnya, itu terjadi setelah mereka bertanding di laga pamungkas melawan India yang bahkan belum pernah ke final dalam sepanjang sejarah turnamen.
 
Saat itu, Indonesia juga kalah telak dari India dengan skor 3-0. Padahal, skuad Merah Putih sudah menurunkan para pemain andalan pada tiga laga pertama, yakni Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), dan Jonatan Christie (tunggal putra).
 
Sebelumnya, hanya Malaysia, Indonesia, Tiongkok, Jepang dan Denmark yang pernah menjuarai turnamen beregu putra paling bergengsi tersebut. Namun, gegara Indonesia kalah di final pada edisi 2022, India jadi masuk dalam jajaran para juara Piala Thomas. 
 
3. Kevin Sanjaya Perang Dingin dengan Pelatih Herry IP
Memasuki akhir September, muncul kabar kurang sedap dari Pelatnas PBSI yang menyebutkan Kevin Sanjaya Sukamuljo sudah tidak cocok dilatih Herry Iman Pierngadi alias Herry IP. Padahal, berkat tangan dingin pelatih berjuluk Naga Api itu juga Kevin bisa berkembang menjadi ganda putra ranking satu dunia bersama Marcus Fernaldi Gideon.
 
Namun, Herry IP yang berstatus sebagai kepala pelatih ganda putra tim bulu tangkis Indonesia tidak ambil pusing dengan persoalan itu dan mempersilakan Kevin berlatih tanpa dirinya di Pelatnas Cipayung. Kemudian, persoalan ini juga dianggap PBSI masih terkendali dan bisa diselesaikan dengan baik.
 
4.  Justian Suhandinata Tutup Usia 
Justian Suhandinata dikabarkan meninggal dunia pada usia 75 tahun di Rumah Sakit Bumrungrad, Bangkok, Thailand, Jumat 4 November 2022 pukul 21.25 WIB. Dia merupakan salah satu tokoh yang berdedikasi tinggi terhadap pembinaan dan prestasi olahraga bulu tangkis Indonesia maupun internasional.
 
Hingga akhir hayat, Justian yang merupakan Ketua Umum PB Tangkas Jakarta meninggalkan istri yang merupakan mantan pemain tim Uber Indonesia 1969 dan 1972, Poppy Tumengkol, dengan empat anak dan tujuh cucu. Dari PB Tangkas inilah lahir ganda putra Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky yang sukses menyabet emas Olimpiade Atlanta 1996 serta 10 gelar juara dunia.
 
Atas dedikasinya untuk bulu tangkis internasional, Justian memperoleh gelar kehormatan sebagai satu-satunya orang Indonesia yang mendapatkan penghargaan Honorary Life Vice President dari BWF. Penghargaan ini diserahkan dalam forum AGM BWF pada 20 Mei 2017 di Gold Coast, Australia. 
 
Pada 2008, Justian juga sukses menggolkan nama Suhandinata Cup untuk diperebutkan sebagai trofi kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran junior atau BWF World Junior Mixed Team Championship. Suhandinata sejatinya nama dari ayah Justian yang berjuang bersama Sudirman untuk mempersatukan organisasi bulu tangkis dunia yang sempat terpecah dengan menjadi BWF di Tokyo 1981.
 
Justian pula yang menginisiasi digelarnya Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior Perseorangan yang cikal bakalnya dengan menggelar Invitasi Bulu Tangkis Dunia Junior Bimantara (BWJBI) di Jakarta pada 1986. Ajang internasional tersebut akhirnya menjadi event resmi BWF sejak 1992 yang dipertandingkan saban tahun hingga kini.
 
5. Fajar/Rian jadi Ganda Putra Terbaik Dunia
Jelang tutup tahun 2022, pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengukir prestasi membanggakan dengan menduduki peringkat satu BWF. Tren positif ini cukup menarik karena mereka raih setelah bangkit dari kerterpurukan atas hasil yang tidak sesuai harapan pada awal tahun.
 
Dengan menduduki peringkat satu dunia, pasangan berjuluk FajRi itu mengakhiri dominasi posisi teratas yang dipegang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang sejak pekan ke-38 atau pada 20 September 2022. Selain itu, Fajar/Rian juga mengembalikan status peringkat satu dunia yang memang menjadi langganan bagi ganda putra Indonesia. 
 
Sebelum direbut Hoki/Kobayashi, posisi ranking satu ganda putra dunia itu ditempati oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atau The Minions selama kurang lebih lima tahun atau sejak September 2017.
 
6. Nova Widianto Tinggalkan Pelatnas Demi jadi Pelatih Ganda Campuran Malaysia
Kabar mencengangkan muncul pada akhir Desember yang menyebutkan Nova Widianto melepas jabatan sebagai kepala pelatih ganda campuran Indonesia demi pindah menangani tim bulu tangkis Malaysia. Dalam keterangannya kepada media Tanah Air, Nova mengatakan itu terjadi karena tawaran kontrak dua tahun dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) lebih baik ketimbang di Pelatnas.  
 
Hengkangnya Nova dari Pelatnas cukup disayangkan karena dia sempat mengawal Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjuarai Hylo Open 2022 yang menjadi gelar pertama sektor ganda campuran Indonesia sudah lama gagal juara. Selain itu, Nova juga sosok penting bagi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dalam menjuarai All England 2020.

 
(KAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif