M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa (dok. PBSI)
M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa (dok. PBSI)

Pontianak Indonesia Masters

Pontianak Indonesia Masters 2026: Kalah Power, Nawaf/Nahya Tersingkir

Gregorius Gelino • 02 September 2026 12:59
Ringkasnya gini..
  • Nawaf/Nahya tersingkir di babak pertama Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil Malaysia, Tan Zhi Yang/Teoh Mei Xing.
  • Nawaf mengakui lawan unggul dalam power dan tekanan bola, sementara perubahan pola permainan di gim kedua mampu diantisipasi pasangan Malaysia.
  • Nawaf/Nahya akan melakukan evaluasi, terutama meningkatkan tenaga, kecepatan, konsistensi, fokus, serta ketajaman penempatan bola.
Pontianak: M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Tan Zhi Yang/Teoh Mei Xing pada babak pertama Pontianak Indonesia Masters 2026. Nawaf/Nahya kalah dua game langsung dari unggulan tiga itu dengan skor 9-21 dan 12-21.

Bermain dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Nawaf/Nahya harus mengakui keunggulan Tan/Teoh dalam dua gim langsung. Pasangan Indonesia tersebut kalah dengan skor 9-21, 12-21.

Sejak gim pertama, Nawaf/Nahya kesulitan mengembangkan permainan. Pola permainan mereka yang terlalu banyak mengangkat bola justru memberikan kesempatan kepada pasangan Malaysia untuk terus melancarkan serangan.

“Di game pertama kami banyak mengangkat bola jadi terus kena serangan mereka. Di gim kedua coba ganti pola tapi lawan bisa mengantisipasi dan bermain lebih baik, kami jadi tidak bisa keluar dari tekanan,” ujar Nawaf.

Kesulitan Keluar dari Tekanan

Memasuki gim kedua, Nawaf/Nahya mencoba mengubah strategi untuk membalikkan keadaan. Namun, Tan Zhi Yang/Teoh Mei Xing mampu membaca perubahan permainan tersebut dan tetap mempertahankan kendali pertandingan.

Keunggulan pasangan Malaysia dalam hal power dan tekanan bola menjadi salah satu faktor yang membuat Nawaf/Nahya kesulitan mengembangkan permainan.

“Kami kalah di power dan tekanan bolanya, mereka cukup unggul dan membuat kami kesulitan,” kata Nawaf. Kekalahan tersebut menjadi hasil yang harus dievaluasi oleh Nawaf/Nahya, terlebih mereka juga belum mendapatkan hasil maksimal dalam dua turnamen yang diikuti.

Tingkatkan Tenaga dan Kecepatan

Nawaf menyadari masih ada sejumlah aspek permainan yang harus diperbaiki agar mereka bisa tampil lebih kompetitif pada turnamen berikutnya.

Menurutnya, peningkatan tenaga dan kecepatan menjadi pekerjaan rumah penting. Selain itu, konsistensi serta fokus sepanjang pertandingan juga harus lebih terjaga.

“Hasil yang tidak cukup baik di dua turnamen kali ini, kami harus meningkatkan tenaga dan kecepatan serta harus bisa jaga konsisten dan fokusnya,” ungkap Nawaf.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi modal bagi Nawaf/Nahya untuk memperbaiki performa dan tampil lebih kuat pada turnamen-turnamen selanjutnya.

Pertajam Penempatan Bola

Sementara itu, Nahya Muhyifa menilai dirinya masih perlu meningkatkan kualitas penempatan bola. Akurasi dan variasi penempatan menjadi salah satu aspek yang ingin ia pertajam setelah menghadapi pasangan Malaysia.

“Saya harus menajamkan lagi penempatan-penempatan bola,” ucap Nahya.

Kekalahan dari Tan Zhi Yang/Teoh Mei Xing pun menjadi pengalaman berharga bagi Nawaf/Nahya. Mereka perlu meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam menghadapi pasangan yang memiliki tekanan bola dan power lebih kuat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan