Bertanding di Lapangan 1 Forum Horsens, Denmark, Selasa 28 April, Dhinda kalah dari Lin dengan skor 10-21, 29-30 dalam tempo 1 jam 6 menit. Dhinda sudah berupaya memberi perlawanan sambil mengikuti instruksi pelatih, tapi Lin terlalu solid dalam bertahan.
"Tadi di gim pertama itu, saya memang cukup susah untuk mempelajari pola lawan karena dia sengaja memancing saya untuk menyerang dan bermain cepat padahal itu yang dia inginkan," kata Dhinda tentang penyebab kekalahannya ketika diwawancarai seusai laga oleh Tim Media & Humas PBSI.
"Di gim kedua, pelatih menginstruksikan saya untuk bermain lebih lambat dan itu cukup berhasil walaupun tidak mudah juga karena dia sangat ulet dan kuat," tambahnya.
"Jadi tadi, sebisa mungkin untuk tahan di rally-rally panjangnya. Sayang memang sudah unggul, lalu dipaksa setting sampai akhir, saya kurang tahan di poin terakhir," lanjut Dhinda.
Baca juga: Putri KW Bawa Indonesia Unggul 1-0 atas Taiwan
Meski tertinggal 1-2, Indonesia masih bisa menjaga peluang untuk mengalahkan Taiwan dan ke perempat final sebagai juara Grup C. Namun syaratnya, pasangan ganda putri Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum wajib menang atas Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun pada partai keempat yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, Indonesia mampu unggul lebih 1-0 lebih dulu atas Taiwan lewat kemenangan yang diraih Putri Kusuma Wardani atas Chiu Pin-Chian. Namun, keadaan berbalik 1-2 setelah Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah di dua laga selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News