Ketiga atlet tersebut adalah Radithya Bayu Wardhana, Muhammad Luthfi Habibi, dan Dian Ramadhani Mukti. Mereka menyumbangkan dua medali emas bagi Indonesia melalui nomor tunggal putra dan ganda campuran pada kejuaraan dunia junior yang berlangsung di Kairo, Mesir, 5-17 Oktober 2026.
Penyerahan apresiasi berlangsung di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026). Bonus diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan atlet sekaligus kontribusi tim kepelatihan dalam mempersiapkan mereka menghadapi persaingan di level internasional.
Radithya dan Luthfi/Dian Sumbang Dua Gelar Juara Dunia
Radithya Bayu Wardhana menjadi juara tunggal putra setelah memenangi final sesama wakil Indonesia atau All Indonesian Final melawan Fardhan Rainanda Joe. Ia mengamankan gelar tersebut melalui pertarungan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, dan 15-8.
Gelar ini terasa istimewa bagi Radithya karena WJC 2026 merupakan penampilan perdananya di kejuaraan dunia junior. Pebulu tangkis kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, itu mengaku tidak menyangka bisa langsung membawa pulang gelar juara pada kesempatan pertamanya.
"Ini pertama kali saya mengikuti World Junior Championships dan alhamdulillahnya saya bisa jadi juara. Saya masih merasa ini mimpi, apalagi lawan di final juga tidak mudah, sengit sekali," ujar Radithya.
Ia mengakui pertandingan melawan Fardhan tidak mudah. Sebelum bertemu di final WJC, keduanya sudah beberapa kali berhadapan dalam turnamen lain dan Radithya sempat menelan kekalahan.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Radithya. Ia mempelajari pola permainan lawan dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan pertandingan berlangsung hingga tiga gim.
Strategi itu membuahkan hasil. Meski sempat kehilangan fokus pada gim kedua, Radithya mampu bangkit dan mengendalikan permainan pada gim penentuan.
Sementara itu, gelar juara ganda campuran diraih Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti. Mereka menaklukkan pasangan Tiongkok, Feng Yi Lang/Li Meng Han, melalui pertandingan ketat tiga gim dengan skor 17-15, 8-15, dan 16-14.
Dian mengungkapkan gelar juara dunia junior tersebut merupakan buah dari proses panjang, konsistensi latihan, serta pengorbanan yang telah mereka jalani. Ia juga mempersembahkan keberhasilan itu kepada Indonesia, orang tua, tim pelatih, tim pendukung, suporter, dan PB Djarum.
"Kami sangat bangga dan bersyukur karena gelar juara dunia ini diraih melalui proses serta perjuangan yang tidak mudah. Keberhasilan ini kami persembahkan untuk Indonesia, kedua orang tua, tim pelatih, tim pendukung, serta seluruh suporter yang terus memberikan doa dari awal hingga akhir," kata Dian.
Luthfi menambahkan, kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan mereka mengatasi tekanan di partai final. Tim pelatih meminta keduanya untuk tidak terbebani nama besar lawan dan tetap berpegang pada strategi permainan.
Menurut Luthfi, menjaga komunikasi dan fokus untuk memenangi setiap poin menjadi kunci ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial.
Djarum Harap Gelar Juara Jadi Modal Menuju Level Senior
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah membawa nama Indonesia ke podium tertinggi kejuaraan dunia junior. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi ketika memasuki jenjang senior.
Yoppy mengingatkan persaingan di level senior akan semakin ketat. Karena itu, gelar juara dunia junior diharapkan menjadi bekal positif bagi Radithya dan pasangan Luthfi/Dian untuk terus berkembang hingga mampu bersaing di jajaran elite dunia.
"Selamat kepada para atlet PB Djarum yang telah membuktikan diri di panggung dunia. Saya berharap, gelar juara ini dapat menjadi pelecut motivasi para atlet junior untuk dapat mencetak prestasi lebih tinggi lagi dan juga menjadi modal penting terutama ketika nanti melangkah ke jenjang senior, karena di level senior persaingan menjadi yang terbaik di dunia akan semakin ketat," tutur Yoppy.
Keberhasilan tersebut juga memperkuat komitmen PB Djarum dalam menjalankan pembinaan atlet sejak usia dini. Yoppy menyoroti fakta bahwa dua dari tiga atlet PB Djarum yang meraih gelar juara WJC 2026, yakni Radithya Bayu Wardhana dan Dian Ramadhani Mukti, merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum.
Menurut Yoppy, pencapaian tersebut menjadi bukti pentingnya proses pencarian dan pembinaan bakat yang berkelanjutan. Audisi Umum PB Djarum yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade diharapkan terus menjadi salah satu jalur lahirnya pebulu tangkis berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.
"Kemenangan ini juga merupakan bukti bahwa proses pembinaan yang kami bangun harus dimulai sejak dini. Kami bersyukur, dua dari tiga atlet PB Djarum yang juara di WJC 2026 merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum. Ini menunjukkan bahwa Audisi Umum bukan pintu masuk bergabung dengan PB Djarum, tetapi gerbang untuk menjadi pebulutangkis dunia," jelas Yoppy.
Rincian Bonus Juara WJC 2026 dari Djarum Foundation
Total apresiasi yang diberikan Bakti Olahraga Djarum Foundation mencapai Rp200 juta. Selain atlet peraih gelar juara, penghargaan juga diberikan kepada manajer dan jajaran pelatih yang mendampingi tim Indonesia.
Berikut rincian bonus yang diberikan:
- Radithya Bayu Wardhana: Juara tunggal putra, Rp45 juta.
- Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti: Juara ganda campuran, Rp60 juta.
- Eskar Denantara: Manajer tim BWF World Junior Championships 2026, Rp25 juta.
- Wiempie Mahardi: Kepala pelatih tunggal putra, Rp25 juta.
- Muhammad Rijal: Kepala pelatih ganda campuran, Rp25 juta.
- Ihsan Maulana Mustofa: Asisten pelatih tunggal putra, Rp10 juta.
- Hendra Mulyono: Asisten pelatih ganda campuran, Rp10 juta.
Dengan apresiasi tersebut, Djarum Foundation tidak hanya memberikan penghargaan atas medali emas yang diraih para atlet, tetapi juga mengapresiasi kerja kolektif di balik keberhasilan mereka. Prestasi Radithya serta Luthfi/Dian diharapkan menjadi awal perjalanan menuju level senior dan membuka peluang lahirnya lebih banyak pebulu tangkis Indonesia berprestasi di panggung dunia.