Kevin/Marcus lolos ke final usai mengalahkan pasangan Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen dalam pertandingan ketat tiga game. Sempat kesulitan dan kalah di game kedua, Kevin/Marcus menyudahi perlawanan alot lawannya 21-13, 16-21 dan 21-13.
Sebaliknya, Petersen/Kolding berhak melangkahkan kakinya di final Hong Kong Open usai berhasil menumpas Takuto Inoue/Yuki Kaneko dari Jepang. Pasangan Denmark itu menang tiga game 20-22, 22-20 dan 21-15.
Usai laga kontra Li/Liu, Kevin/Marcus mengomentari kondisi angin dan lapangan. Menurut mereka, ada perbedaan yang terasa, dan itu cukup mengganggu.
"Di Tiongkok Open anginnya dan bolanya lebih stabil. Kalau di sini kadang suka belok-belok sedikit. Jadi harus lebih hati-hati," ujar Marcus berdasarkan keterangannya di laman badmintonindonesia.org.
"Buat besok enggak ada persiapan khusus. Karena kondisi lapangan beda dengan di Tiongkok. Harus lebih siap saja, karena lawan juga enggak mudah. Apapun yang terjadi di lapangan harus tenang dan tetap mengontrol pertandingan," sambung Kevin.
Di sisi lain, keberhasilan Kevin/Marcus membuatnya didaulat sebagai ganda putra pertama yang sanggup lolos turnamen super series sebanyak delapan kali dalam satu tahun kalender.
Video: Lapangan Soft Tenis di Jakabaring Belum Standar Internasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News