Marcus/Gideon andalan Indonesia-AFP/OLI SCARFF
Marcus/Gideon andalan Indonesia-AFP/OLI SCARFF

PBSI Persiapan Sambut Penyelenggaraan Indonesia Open

Olahraga bulu tangkis olah raga indonesia open
Antara • 22 Mei 2020 22:20
Turnamen Indonesia Open 2020, yang merupakan turnamen level Super 1000, rencananya akan dihelat pada 17-22 November 2020.
 
Jakarta: Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), mengumumkan akan melakukan persiapan untuk menyambut kepastian pelaksanaan Indonesia Open Super 1.000 yang direncanakan pada 17-22 November, sebagaimana jadwal baru yang sudah diumumkan secara resmi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat 22 Mei 2020.
 
"Dengan keluarnya jadwal resmi dari BWF, maka PBSI bisa segera melakukan langkah-langkah persiapan mulai dari menyusun kepanitiaan, penentuan lokasi turnamen, dan membuat beberapa alternatif konsep acara," ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daftar turnamen terbaru tersebut diumumkan setelah sebelumnya sejumlah turnamen internasional dibatalkan karena pandemi COVID-19.
 
Berdasarkan jadwal yang dipublikasi di laman resmi BWF, musim turnamen akan dimulai pada bulan Agustus 2020, dibuka dengan turnamen level Super 100, yaitu Hyderabad Open 2020 yang akan dilangsungkan di Hyderabad, India, pada 11-16 Agustus.
 
Sedangkan turnamen level Super 500 ke atas akan dimulai pada bulan September, diawali dengan Korea Open 2020 yang merupakan turnamen level Super 500. Korea Open 2020 akan diadakan di Seoul pada 8-13 September.
 
Sementara turnamen Indonesia Open 2020, yang merupakan turnamen level Super 1000, rencananya dihelat pada 17-22 November 2020. Jadwal yang dikeluarkan BWF tersebut memang sesuai harapan PBSI yang mengajukanpermohonan memindahkan turnamen dari Juni ke September-Desember.
 
Dari awal kami mengajukan antara September dan Desember dengan pertimbangan kondisi wabah corona yang mulai mereda. Kami rasa ini jadwal yang ideal, tidak berdekatan, tapi tidak juga terlalu jauh di akhir tahun karena ada turnamen BWF Tour Finals," ujar Budiharto menjelaskan.
 
Jika melihat jadwal turnamen yang dirilis BWF, susunan turnamen begitu padat sehingga PBSI akan menyusun program pengiriman pemain dengan skala prioritas.
 
"Dengan jadwal padat, tim Binpres (pembinaan dan prestasi) harus menyusun skala prioritas, atlet mana saja yang akan ikut turnamen apa saja. Namun, ada beberapa turnamen yang masih akan dikonfirmasi lagi dari negara penyelenggara, salah satunya China," katanya.
 
Para atlet yang tidak bertanding selama kurang lebih lima bulan, juga harus mengembalikan kondisi mereka seperti semula di saat musim turnamen. Turnamen internasional terakhir yang dilangsungkan adalah All England 2020 pada Maret lalu.
 
"Kami beruntung tetap melakukan karantina mandiri selama ini, jadi atlet masih bisa terkondisikan dari sisi kebugaran dan feeling mainnya," ujar Budiharto mengungkapkan.
 
Tugas PBSI selanjutnya adalah mengembalikan kondisi atlet secara maksimal dan mempersiapkan mereka kembali ke musim kompetisi.
 
Video: Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulu Tangkis

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif