Proposal perubahan format skor menjadi 5x11 sempat diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Asosiasi Bulu Tangkis Maladewa. Kemudian, sempat mendapat dukungan juga dari Badminton Asia, Asosiasi Bulu Tangkis Korea Selatan dan Asosiasi Bulu Tangkis Taiwan.
Namun, proposal itu hanya mendapat dukungan 66,31 persen dalam pemungutan suara anggota BWF, sedangkan 33,69 persen menolak. Jadi perubahan format penghitungan skor pun tidak memenuhi syarat perubahan, yakni didukung dua per tiga dari total 282 suara.
Presiden BWF Poul-Erik Hoyer berterima kasih kepada para anggota atas partisipasi mereka dalam keputusan penting ini.
"Keanggotaan kami telah berbicara, dan meskipun margin yang sangat kecil di mana dua pertiga mayoritas tidak tercapai, BWF menghormati hasil untuk mempertahankan sistem penilaian tiga game menjadi 21 poin," kata Hoyer melalui laman resmi BWF, Sabtu (22/5/2021).
"Ini adalah kedua kalinya proposal semacam ini tidak disetujui, tetapi saya melihat partisipasi yang fantastis dan keputusan yang diambil hari ini menjadi indikasi bahwa komunitas bulu tangkis sangat terlibat dalam kepentingan terbaik olahraga selama masa sulit ini. Saya berterima kasih kepada semua orang atas peran mereka dalam proses ini," tambahnya.
Dalam rapat tahunan tersebut, BWF tetap menilai proposal perubahan skor sebagai upaya para komunitas bulu tangkis agar olahraga yang mereka cintai semakin menarik dan disukai banyak orang. (ANT)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News