Terlalu Banyak Individual Eror
Putri Kusuma Wardani yang menjadi penampil pertama mengakui bahwa dirinya terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuyarkan keunggulannya. Hal serupa dialami Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang tampil pada pertandingan kedua."Ketika saya unggul 18-14 di gim kedua, dia mempercepat permainan termasuk dari cara serangannya juga. Selain itu, ada beberapa kali pukulan spekulasi yang kurang bisa diantisipasi," kata Putri.
Baca Juga :
Kalah Telak dari China, Bulutangkis Putri Indonesia Sumbang Perunggu di Asian Games 2026
"Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun. Tadi dari start awal kami banyak mati sendiri, banyak terburu-buru. Beberapa momen kami bisa banyak ambil poin karena bisa main lebih tenang, lebih kontrol tapi di akhir-akhir kembali terburu-buru," ujar Rachel."Di awal kami terlalu terbawa pola permainan mereka yang bermain cepat. Setelah itu, kami coba memperlambat tempo, mainnya satu-satu, banyak membuat mereka lari dan cukup berhasil. Sayang memang di terakhir kami terburu-buru," ucap Febi.
Petik Pelajaran Berharga
Sedangkan penampil terakhir Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, mengaku belajar banyak dari kekalahan ini. Menghadapi wakil Tiongkok yang lebih matang, ia bisa mempelajari cara pukulan dan strategi yang lebih rapi."Chen Yu Fei memang sangat matang, secara pukulan, tekanan pukulan dan cara strategi di lapangan. Itu yang perlu saya pelajari bagaimana dia menemukan celah-celah kecil, dia bisa cepat banget menemukan yang kurang dari saya," ungkap Mutiara.