Putri Kusuma Wardani (dok. PBSI)
Putri Kusuma Wardani (dok. PBSI)

Asian Games

Asian Games 2026: Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Terlalu Banyak Bikin Kesalahan Sendiri

Gregorius Gelino • 23 September 2026 17:13
Ringkasnya gini..
  • Tim putri Indonesia terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat mereka kehilangan momentum.
  • Tim putri Indonesia juga terbawa pola main Tiongkok sehingga gagal mengembangkan permainan.
  • Meski kalah, tim putri Indonesia mendapat banyak pelajaran yang akan membuat mereka jadi lebih baik.
Ichinomiya: Tim putri Indonesia harus mengakui keunggulan Tiongkok di babak semifinal bulu tangkis beregu Asian Games 2026 yang digelar Rabu, 23 September. Indonesia kalah 0-3 dari Tiongkok.

Terlalu Banyak Individual Eror

Putri Kusuma Wardani yang menjadi penampil pertama mengakui bahwa dirinya terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuyarkan keunggulannya. Hal serupa dialami Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang tampil pada pertandingan kedua.

"Ketika saya unggul 18-14 di gim kedua, dia mempercepat permainan termasuk dari cara serangannya juga. Selain itu, ada beberapa kali pukulan spekulasi yang kurang bisa diantisipasi," kata Putri.

Baca Juga :

Kalah Telak dari China, Bulutangkis Putri Indonesia Sumbang Perunggu di Asian Games 2026

"Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun. Tadi dari start awal kami banyak mati sendiri, banyak terburu-buru. Beberapa momen kami bisa banyak ambil poin karena bisa main lebih tenang, lebih kontrol tapi di akhir-akhir kembali terburu-buru," ujar Rachel.

"Di awal kami terlalu terbawa pola permainan mereka yang bermain cepat. Setelah itu, kami coba memperlambat tempo, mainnya satu-satu, banyak membuat mereka lari dan cukup berhasil. Sayang memang di terakhir kami terburu-buru," ucap Febi.

Petik Pelajaran Berharga

Sedangkan penampil terakhir Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, mengaku belajar banyak dari kekalahan ini. Menghadapi wakil Tiongkok yang lebih matang, ia bisa mempelajari cara pukulan dan strategi yang lebih rapi.

"Chen Yu Fei memang sangat matang, secara pukulan, tekanan pukulan dan cara strategi di lapangan. Itu yang perlu saya pelajari bagaimana dia menemukan celah-celah kecil, dia bisa cepat banget menemukan yang kurang dari saya," ungkap Mutiara.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan