Momen tersebut dibagikan Ubed melalui media sosial pribadinya setelah membantu tim bulu tangkis beregu putra Indonesia merebut emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dalam foto tersebut, Ubed tampak rebahan di atas tempat tidur sambil menggenggam medali emas yang baru saja diraihnya. Pose santai itu langsung menjadi perhatian karena mengingatkan pada momen ikonik Lionel Messi yang pernah mengunggah foto dirinya tidur bersama trofi Piala Dunia 2022.
Kontras dengan suasana beberapa jam sebelumnya. Ubed harus menghadapi tekanan besar ketika turun sebagai pemain terakhir pada final beregu putra melawan Tiongkok di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9/2026).
Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah pada dua partai pertama. Alwi Farhan kemudian memperkecil ketertinggalan sebelum Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Ubed akhirnya menjadi penentu.
Ubed Jadi Pahlawan di Partai Kelima
Menghadapi tunggal putra Tiongkok Weng Hongyang, Ubed sempat berada dalam situasi sulit pada gim pertama. Weng bahkan memiliki game point 20-16.
Namun, pebulu tangkis 19 tahun itu mampu membalikkan keadaan dan merebut gim pertama 23-21. Momentum tersebut membuat permainan Ubed lebih percaya diri pada gim kedua hingga akhirnya menang 21-13.
Kemenangan itu memastikan Indonesia menang 3-2 sekaligus merebut medali emas pertama Kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
Bagi Ubed, keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena Aichi-Nagoya 2026 merupakan debutnya di Asian Games. Ia juga berhasil menjalankan tugas sebagai penentu kemenangan setelah sebelumnya menghadapi situasi serupa saat Indonesia melawan Malaysia di perempat final.
"Satu Tim, Satu Tujuan, Satu Perjuangan"
Dalam unggahannya setelah pertandingan, Ubed mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan bersama tim Indonesia.
"Alhamdulillah. Satu tim, satu tujuan, satu perjuangan. Bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ini, dan bersyukur bisa menyelesaikan sebuah kemenangan," tulis Ubed.
Ia juga menyebut keberhasilan tersebut bukan hanya tentang satu pertandingan, tetapi hasil dari proses, kerja keras, doa, dan dukungan banyak pihak.
"This one is for Indonesia. Alhamdulillah, we did it!" tulisnya.
Unggahan itu terasa berbeda dengan ketegangan yang terlihat ketika Ubed berada di lapangan. Sebelum pertandingan penentu, ia mengaku sempat tegang dan menelepon orang tuanya untuk meminta doa.
Dukungan rekan-rekan setim di pinggir lapangan juga membantu Ubed bermain lebih tenang. Ia akhirnya mampu mengatasi tekanan dan memberikan poin terakhir yang mengantarkan Indonesia ke podium tertinggi.
Emas yang Mengakhiri Penantian 28 Tahun
Kemenangan Ubed dan rekan-rekannya bukan sekadar emas pertama Indonesia di Asian Games 2026. Hasil tersebut juga mengakhiri penantian 28 tahun Indonesia untuk kembali menjadi juara nomor beregu putra bulu tangkis Asian Games.
Terakhir kali tim beregu putra Indonesia meraih emas Asian Games terjadi pada 1998 di Bangkok.
Kini, Ubed menjadi bagian penting dari sejarah tersebut. Setelah melewati pertandingan penuh tekanan, ia memilih merayakannya dengan cara sederhana: rebahan, memeluk medali emas, dan menikmati momen sebagai salah satu pahlawan kemenangan Indonesia.
Untuk sementara, tidak ada raket, tidak ada lawan, dan tidak ada tekanan pertandingan. Hanya Ubed, medali emas, dan waktu untuk beristirahat setelah malam yang panjang.