Latihan perdana tim bulu tangkis Indonesia tersebut difokuskan untuk mengembalikan kondisi fisik dan menjaga performa para atlet sebelum tampil di Asian Games 2026. Ajang olahraga terbesar di Asia itu akan berlangsung pada 20-29 September 2026.
Kondisi Tunggal Putri Indonesia Sangat Baik
Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, menilai kondisi para pemain pada latihan pertama cukup baik. Karena itu, intensitas latihan sedikit ditingkatkan agar kondisi atlet semakin siap menghadapi pertandingan di Nagoya."Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik," tutur Imam Tohari kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.
Menurut Imam, materi latihan pada hari pertama lebih banyak berfokus pada pukulan dan pergerakan di lapangan. Intensitasnya dibuat sedang untuk membantu para atlet kembali terbiasa dengan ritme latihan setelah perjalanan menuju Jepang.
"Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa," tambahnya.
Mendukung Adaptasi Atlet Indonesia
Imam Tohari yang pernah lama tinggal di Jepang juga menilai kondisi cuaca di Tokyo saat ini cukup bersahabat bagi atlet-atlet Indonesia. Suhu di Tokyo maupun Nagoya diperkirakan berada di kisaran 25 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai tidak terlalu panas maupun terlalu dingin sehingga proses adaptasi pemain diharapkan berjalan dengan baik."Dengan cuaca di Tokyo dan nanti di Nagoya yang tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu dingin. Dengan kisaran suhu 25 derajat celcius itu cocok dengan atlet-atlet kita jadi seharusnya secara adaptasi tidak akan menjadi masalah besar," kata Imam.
Meski demikian, Imam berharap kondisi hujan di Jepang segera berkurang. Dalam beberapa pekan terakhir, hujan disebut cukup sering mengguyur wilayah tersebut.
"Semoga pekan depan, hujan juga sudah tidak seintens beberapa pekan terakhir," harap Imam.
Leo/Daniel Lebih Berani di Asian Games 2026
Sementara itu, dari sektor ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyambut keikutsertaan mereka di Asian Games untuk kedua kalinya dengan motivasi dan keberanian yang lebih besar.Daniel mengatakan latihan pertama di Jepang berjalan dengan baik. Program yang diberikan masih merupakan lanjutan dari pola latihan yang mereka jalani di Indonesia.
"Hari ini latihannya cukup baik, programnya masih maintain latihan kami yang di Indonesia kemarin. Suasana di sini enak dan kebersamaan timnya mulai terbangun. Semoga terus positif dari hari ke hari," ungkap Daniel.
Leo/Daniel juga menjadikan pengalaman di Asian Games Hangzhou sebagai pelajaran penting. Kegagalan pada edisi sebelumnya membuat pasangan tersebut bertekad memperbaiki kesalahan dan tampil lebih berani pada Asian Games 2026 di Nagoya.
"Kegagalan di Asian Games Hangzhou, kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami harus perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya nanti kami harus tampil lebih berani," timpal Leo.
Modal Berharga Leo/Daniel
Kepercayaan diri Leo/Daniel juga mendapat tambahan setelah mereka berhasil mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada babak pertama China Masters beberapa waktu lalu.Hasil tersebut menjadi modal positif bagi Leo/Daniel sebelum tampil di Asian Games 2026. Namun, keduanya menyadari bahwa persaingan di Nagoya tidak hanya akan menghadirkan pasangan Kim/Seo.
Karena itu, juara Thailand Open 2026 tersebut tetap menekankan pentingnya kewaspadaan di setiap pertandingan. Leo/Daniel ingin menjaga fokus sejak laga pertama dan tidak menganggap remeh siapa pun lawan yang mereka hadapi.
Bagi Leo/Daniel, pengalaman dari Asian Games Hangzhou, performa positif di turnamen sebelumnya, serta persiapan bersama tim bulu tangkis Indonesia menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan di Asian Games 2026.
Dengan latihan perdana yang berjalan positif di Tokyo, skuad bulu tangkis Indonesia kini terus mematangkan kondisi sebelum bertolak ke Nagoya untuk menghadapi persaingan di Asian Games 2026.