Kunjungan tersebut dilakukan setelah kontingen Indonesia menambah medali emas melalui pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Leo/Daniel mengalahkan wakil China, Lang Weikeng/Wang Chang, dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 21-18.
Taufik melihat keberadaan Rumah Indonesia bukan sekadar tempat koordinasi kontingen. Menurutnya, lokasi tersebut juga menjadi ruang pertemuan atlet, media, dan masyarakat Indonesia selama gelaran Asian Games 2026.
Baca Juga :
Jadwal Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Hari Ini, Rabu (30/9): Veddriq Leonardo hingga Tim MLBB Tampil
Rumah Indonesia Jadi Titik Kumpul Kontingen
Taufik mengatakan Rumah Indonesia menunjukkan bagaimana olahraga dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Interaksi tersebut terlihat dari pertemuan atlet, media, dan masyarakat yang hadir di lokasi.“Rumah Indonesia ini, apalagi di ajang sebesar Asian Games, membuktikan bahwa olahraga mampu menyatukan semua orang,” ujar Taufik.
Rumah Indonesia juga menjadi tempat berkumpul bagi para atlet setelah menjalani pertandingan. Suasana di lokasi dibuat lebih santai sehingga atlet dapat beristirahat dan bertemu dengan pihak lain yang mendukung perjuangan kontingen.
Taufik menilai keberadaan ruang seperti ini penting selama Indonesia mengikuti ajang olahraga internasional. Rumah Indonesia menjadi salah satu tempat yang memperkuat rasa kebersamaan selama perjuangan atlet di Nagoya.
Leo/Daniel Bawa Emas
Kunjungan Taufik berlangsung setelah Indonesia mendapatkan tambahan medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menjadi penyumbang emas melalui nomor ganda putra.Leo/Daniel harus melalui pertandingan tiga gim saat menghadapi pasangan China Lang Weikeng/Wang Chang. Sempat kehilangan gim pertama, pasangan Indonesia mampu bangkit dan memenangkan dua gim berikutnya.
Leo/Daniel menutup pertandingan dengan kemenangan 19-21, 21-13, dan 21-18. Hasil tersebut menambah koleksi medali emas Indonesia di Asian Games 2026.
Keberhasilan Leo/Daniel turut memberikan suasana positif di Rumah Indonesia. Para atlet yang telah menyelesaikan pertandingan kemudian dapat menikmati momen bersama di tengah rangkaian kompetisi.
Sajian Nusantara Sambut Para Atlet
Rumah Indonesia tidak hanya menjadi pusat koordinasi dan pelayanan bagi kontingen. Tempat tersebut juga digunakan sebagai ruang silaturahmi dan dukungan moral bagi atlet yang sedang bertanding.Para atlet yang telah menyelesaikan pertandingan disuguhi berbagai kuliner khas Nusantara. Hidangan tersebut disiapkan secara khusus oleh tim Chef de Mission (CdM) Indonesia.
Kehadiran sajian khas Indonesia menjadi salah satu cara menciptakan suasana yang lebih akrab bagi para atlet selama berada di Jepang. Mereka dapat berkumpul dan menikmati makanan bersama setelah menjalani pertandingan.
“Saya rasa dengan keberadaan Rumah Indonesia ini sangat bagus, jadi ruang untuk silaturahmi,” kata Taufik.
Menurut Taufik, interaksi yang terbangun di Rumah Indonesia memperlihatkan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan medali. Kebersamaan yang tercipta di sekitar ajang tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan kontingen Indonesia.
(Mohammad Althaf Musyaffa)