Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (dok PBSI)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (dok PBSI)

Asian Games

Asian Games 2026: Nova Widianto Soroti Konsistensi Amri/Nita di Final

Gregorius Gelino • 29 September 2026 16:32
Ringkasnya gini..
  • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meraih medali perak bulu tangkis individu Asian Games 2026 setelah kalah dari Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin.
  • Nova Widianto menyoroti konsistensi Amri/Nita, terutama setelah sempat unggul 19-16 pada gim pertama tetapi gagal mempertahankan momentum.
  • Amri/Nita dinilai punya potensi besar, namun masih perlu meningkatkan konsistensi dalam menerapkan pola permainan, serangan, pertahanan, dan permainan depan.
Ichinomiya: Pelatih kepala ganda campuran PBSI, Nova Widianto, mengapresiasi pencapaian Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang berhasil menggondol medali perak bulu tangkis individu Asian Games 2026. Amri/Nita hanya kalah di final dari unggulan kedua asal Tiongkok, Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin, dengan skor 19-21 dan 8-21.

Nova Widianto menilai hasil tersebut sudah sesuai dengan target yang dibebankan kepada Amri/Nita. Namun, ia menyayangkan performa anak asuhnya yang dinilai belum konsisten dalam menerapkan pola permainan yang telah dipersiapkan.

Amri/Nita Kehilangan Keunggulan

Peluang Amri/Nita untuk merebut game pertama sebenarnya terbuka lebar. Mereka sempat unggul 19-16 atas Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin.

Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Amri/Nita justru kehilangan momentum hingga akhirnya menyerahkan game pertama kepada pasangan China tersebut.

Nova menilai Amri/Nita terlalu terburu-buru ketika berada dalam posisi unggul dan mulai melihat peluang untuk memenangkan pertandingan.

"Kalau dari target memang masuk ya, targetnya kan Amri/Nita dapat medali dan ini bisa perak walaupun tidak unggulan. Hanya di pertandingan tadi sangat disayangkan, dari konsisten mereka untuk menerapkan pola sepanjang pertandingan yang belum," ujar Nova.

Nova sebelumnya sudah mengingatkan Amri/Nita bahwa menghadapi pasangan China membutuhkan penerapan pola permainan yang disiplin. Menurutnya, Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin memiliki pola permainan yang berbahaya sehingga kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

"Saya sudah wanti-wanti kalau kalian nggak bisa menerapkan pola yang benar lawan pemain China ini, akan susah. Karena pasangan yang nomor dua ini, pola mereka lebih bahaya," jelasnya.

"Tapi kalau berani menerapkan pola yang sudah disiapkan, masih ada celah. Dari awal sudah oke tapi saat unggul 19-16 di game pertama mereka ada rasa kesempatan untuk menang malah terburu-buru," urainya.

Nova Sebut Amri/Nita Masih Punya Banyak Potensi

Kekalahan di final Asian Games 2026 tidak membuat Nova Widianto terlalu keras mengkritik Amri/Nita. Ia memahami bahwa perjalanan menuju gelar juara membutuhkan proses dan pengalaman menghadapi berbagai situasi sulit.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah perubahan pola permainan ketika Amri/Nita berada dalam tekanan. Nova bahkan menyebut servis pasangan Indonesia tersebut ikut berubah pada pertandingan final. "Jadi dari servis pun mereka sudah berubah dan tadi mereka akui itu. Saya sendiri juga maklum karena proses untuk jadi juara memang begitu," ulasnya.

Nova melihat Amri/Nita sebenarnya memiliki modal permainan yang cukup lengkap. Keduanya mampu mengandalkan serangan, bertahan, hingga permainan di depan net. Persoalannya adalah bagaimana kemampuan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam pertandingan.

"Secara konsistensi mereka masih harus banyak peningkatan. Mereka punya potensi karena dari serangan, defense dan permainan depan mereka punya hanya belum konsisten bagaimana memakainya," bebernya.

Persiapan Amri/Nita Tak Panjang Usai Kejuaraan Dunia

Nova juga mengungkapkan bahwa waktu persiapan Amri/Nita menuju Asian Games 2026 relatif singkat setelah mereka meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026.

Dalam masa persiapan tersebut, Nova lebih banyak memberikan penguatan dari sisi mental dan meyakinkan Amri/Nita untuk tetap berpegang pada pola permainan yang telah disiapkan.

"Terus terang dari persiapan setelah Kejuaraan Dunia kan tidak panjang tapi mereka maksimal dari kesungguhan dan keyakinan mereka, setelah perunggu di Kejuaraan Dunia ada keyakinan untuk bisa mengulang atau melebihi hasil itu," paparnya.

Menurut Nova, secara kemampuan bermain, Amri/Nita sudah cukup layak diandalkan. Fokus berikutnya adalah meningkatkan konsistensi, terutama ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi seperti final.

"Selain mentalitas yang saya terapkan, lebih ke pola main yang saya yakinkan mereka, karena mereka harus bisa bermain begini sebenarnya. Kalau dari segi permainan saya rasa mereka sudah bisa diandalkan," pungkasnya.

Perak Asian Games 2026 Jadi Modal Amri/Nita

Medali perak Asian Games 2026 menjadi pencapaian penting bagi Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa pasangan Indonesia tersebut mampu bersaing hingga pertandingan puncak meski berstatus bukan unggulan.

Bagi Nova Widianto, pengalaman menghadapi Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin di final dapat menjadi bagian penting dari proses Amri/Nita untuk berkembang. Tantangan berikutnya adalah memastikan kemampuan menyerang, bertahan, dan permainan depan yang mereka miliki dapat keluar secara konsisten dalam setiap pertandingan.

Kegagalan meraih emas kali ini pun dapat menjadi bahan evaluasi bagi Amri/Nita untuk meningkatkan permainan dan mental bertanding sebelum menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan