Greysia/Apriyani sempat unggul lebih dulu di game pertama 21-14. Chen/Jia yang merupakan unggulan pertama di turnamen ini tampil kurang meyakinkan, dan ganda putri Indonesia berhasil memanfaatkan kondisi tersebut.
Di game kedua, pasangan Tiongkok mulai bangkit dan sudah mengetahui titik lemah Greysia/Apriyani. Chen Qingchen yang memiliki smash kencang berulang kali memanfaatkan celah kelemahan Greysia/Polii.
Indonesia sebenarnya sempat memimpin di awal-awal game kedua, tapi selepas 7-7, Chen/Jia tancap gas dan meninggalkan Greysia/Polii untuk menang 21-16. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke rubber game.
Sama seperti di game kedua, Greysia/Apriyani sempat unggul di awal-awal. Namun sayang, Chen/Jia kembali memanfaatkan kelemahan-kelemahan lawannya, termasuk mengirimkan shuttlecock ke arah forehand Apriyani.
Gryesia/Apriyani dipaksa mengharapkan kesalahan-kesalahan Chen/Jia hingga memasuki interval di game ketiga. Tapi itu saja tidak cukup, meski sempat mendapatkan empat poin beruntun, Chen/Jia memastikan gelar usai pengembalian Apriyani keluar lapangan.
Kekalahan tersebut menambah minus performa ganda putri Indonesia di Hong Kong Open. Sebab, belum ada satu pun pasangan Indonesia yang berhasi keluar sebagai juara.
Di sektor lain, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berhasil mengangkat trofi juara Hong Kong Open 2017 ganda putra.
Video: Rugby Semakin Digemari di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News