Bismo Raya Oktora (dok. PBSI)
Bismo Raya Oktora (dok. PBSI)

Indonesia International Challenge

Surabaya International Challenge 2026: Bismo Kerja Keras Kunci Tiket Final

Gregorius Gelino • 26 September 2026 16:46
Ringkasnya gini..
  • Bismo Raya Oktora melaju ke final Surabaya International Challenge 2026 setelah mengalahkan Dendi Triansyah lewat rubber game 21-15, 16-21, 21-15.
  • Bismo mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri, tapi mampu bangkit dengan bermain lebih sabar dan percaya diri.
  • Menghadapi final, Bismo ingin menjaga mental dan fokus tanpa memasang ekspektasi berlebihan.
Surabaya: Bismo Raya Oktora melaju ke final Surabaya International Challenge 2026 setelah mengalahkan Dendi Triansyah. Bismo menang rubber game atas Dendi dengan skor 21-15, 16-21, dan 21-15.

Sempat Kehilangan Kepercayaan Diri

Bismo mengaku mampu tampil baik dalam pertandingan semifinal. Meski sempat mengalami kendala pada bagian kaki, kondisi tersebut tidak sampai mengganggu penampilannya hingga akhir pertandingan.

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa syukur, Alhamdulillah. Hari ini saya bisa bermain dengan sangat baik. Walaupun tadi sempat ada sedikit kendala di kaki, tapi Alhamdulillah tidak ada cedera sama sekali," ujar Bismo.

Pertandingan melawan Dendi berlangsung ketat. Setelah merebut game pertama 21-15, Bismo harus kehilangan game kedua dengan skor 16-21.

Pebulu tangkis kelahiran Indonesia tersebut mengakui sempat kehilangan kepercayaan diri pada game kedua. Namun, ia mampu kembali mengontrol permainan dan bangkit pada game penentuan.

"Pertandingannya cukup ketat, cukup bagus, dan seru. Tadi saya mencoba bermain lebih sabar dan percaya diri, karena di set kedua saya sempat kehilangan kepercayaan diri sampai sekitar poin 11," jelasnya.

Tak Ingin Terbebani Ekspektasi di Final

Di final Surabaya International Challenge 2026, Bismo akan menghadapi Chico Aura Dwi Wardoyo. Menghadapi laga penentuan tersebut, Bismo memilih untuk tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi.

Ia menyadari calon lawannya memiliki kualitas permainan yang bagus. Namun, Bismo juga percaya diri dengan kemampuannya untuk memberikan perlawanan.

"Untuk pertandingan besok, saya ingin menunjukkan permainan yang maksimal dan tidak mau ekspektasi terlalu tinggi. Kak Ciko juga pemain yang cukup bagus, tapi saya juga merasa punya kemampuan untuk mengimbangi. Jadi saya ingin fokus memberikan yang terbaik di lapangan," paparnya.

Bagi Bismo, pertandingan final ini juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil dari penampilan sebelumnya di partai puncak.

Ingin Lebih Kuat Secara Mental

Laga final di Surabaya International Challenge 2026 menjadi final kedua bagi Bismo. Pada final sebelumnya, ia harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up.

Menurut Bismo, persoalan utama yang membuatnya belum mampu meraih gelar pada kesempatan sebelumnya bukanlah kondisi teknik maupun fisik, melainkan faktor pikiran.

"Ini merupakan final kedua saya. Sebelumnya saya menjadi runner-up. Dari pertandingan sebelumnya sebenarnya tidak ada masalah dari sisi teknik maupun fisik, yang menjadi masalah justru pikiran saya. Jadi sekarang saya ingin lebih menjaga pikiran, mental, dan fokus supaya bisa bermain maksimal," bebernya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Bismo. Kali ini, ia ingin lebih mampu menjaga konsentrasi dan mengendalikan pikirannya ketika tampil di pertandingan final.

Atmosfer GOR Sudirman Jadi Motivasi

Bermain di Surabaya tahun ini memberikan pengalaman berbeda bagi Bismo. Ia merasakan atmosfer penonton yang jauh lebih ramai dibandingkan ketika tampil di ajang Sirnas.

Antusiasme masyarakat Surabaya terhadap turnamen level International Challenge disebut Bismo memberikan energi tambahan untuk tampil maksimal.

"Bertanding di Surabaya tahun ini juga terasa sangat berbeda. Auranya sangat ramai dibandingkan saat Sirnas. Mungkin karena ini turnamen International Challenge, jadi masyarakat Surabaya sangat antusias. Atmosfernya luar biasa dan tentunya menjadi motivasi juga bagi saya," kata Bismo.

Bismo juga memiliki kenangan positif di Surabaya karena sebelumnya pernah menjadi juara di kota tersebut. Namun, ia tidak ingin terlalu jauh memikirkan target sebelum pertandingan final.

"Saya sudah pernah juara di sini, jadi untuk besok, amin, Bismillah, satu per satu dulu. Saya akan fokus pada pertandingan dan memberikan yang maksimal," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan