Terjebak Ragu-Ragu dan Kalah Cepat
Ditemui usai laga, Raymond Indra tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia mengakui bahwa performa mereka sepanjang pertandingan tidak keluar sama sekali akibat keraguan di lapangan."Pastinya hari ini tidak puas, dari gim pertama sampai ketiga tidak keluar sama sekali mainnya. Banyak ragu-ragu, mau bertahan tidak solid dengan bola yang kencang, mau mendahului depannya tapi kami kalah cepat dari mereka," ungkap Raymond terbuka.
Senada dengan pasangannya, Nikolaus Joaquin juga merasakan ada yang kurang dari atmosfer bertanding mereka hari ini. Meski sempat mencuri kemenangan di gim kedua, mereka gagal menjaga momentum di gim penentu.
Baca juga: Japan Open 2026: Rachel/Febi Ungkap Faktor Kekalahan dari Unggulan 2
"Ada hawa pertandingan yang terasa kurang dapat hari ini. Terus coba cari dan agak lumayan dapat di gim kedua, tapi masuk gim ketiga memang kami sedang tidak enak mainnya. Sudah melakukan segala cara, tapi harus diakui kami kalah hari ini," tambah Joaquin.Kawabe/Matsukawa Jadi Sinyal Waspada Ganda Putra
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Raymond/Joaquin. Mereka kini sadar bahwa pasangan Jepang tersebut akan menjadi salah satu batu sandungan berat di masa depan."Kami sudah tahu gaya main mereka, cepat dan bertenaga. Ke depan mungkin salah satu yang menjadi pesaing kami," pungkas Joaquin.
Alihkan Fokus, Siap Tebus Dosa di China Open 2026
Tidak ingin berlarut dalam kesedihan, Raymond/Joaquin langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, China Open 2026, yang akan digelar minggu depan. Karakteristik shuttlecock yang cepat di turnamen Asia Timur menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera mereka bereskan, terutama dari sektor pertahanan."Minggu depan di China Open kami harus perbaiki pertahanan, disiapkan lagi, dikuatkan karena bolanya mungkin bakal mirip-mirip dengan di sini. Lajunya cukup kencang," tutup Raymond optimistis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda