Bangkit Setelah Kehilangan Game Pertama
Mengawali pertandingan dengan kurang maksimal, Raymond/Joaquin mengakui bahwa mereka belum menemukan ritme permainan terbaik. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Dresp/Krax untuk merebut game pertama dengan skor 21-17.Memasuki game kedua, Raymond/Joaquin berusaha melakukan perubahan, terutama dari sisi nonteknis. Mereka meningkatkan semangat, intensitas, dan energi permainan untuk keluar dari tekanan lawan.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Raymond/Joaquin mampu mengendalikan pertandingan dan merebut game kedua dengan skor 21-15. Momentum positif itu kemudian berlanjut pada game penentuan, ketika pasangan Indonesia kembali menang dengan skor identik 21-15.
Nikolaus Joaquin mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Ia juga menjelaskan bahwa perubahan mentalitas menjadi salah satu faktor penting di balik kebangkitan mereka.
"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa adanya cedera satupun. Yang terjadi di game pertama, permainan kami sedang kehilangan hawa untuk bermainnya dan kurang greget dan di game kedua perubahan yang kami lakukan lebih mencoba dari sisi nonteknisnya dulu, lebih greget mainnya, hawanya ditingkatkan lagi. Puji Tuhan itu berjalan lancar dan kami juga menerapkannya di game ketiga hingga bisa melewatinya dengan kemenangan," ujar Joaquin.
Fokus dan Kendali Pikiran Jadi Evaluasi
Meski berhasil melangkah ke babak kedua Hylo Open 2026, Raymond/Joaquin menyadari masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah menjaga fokus dan mengendalikan pikiran sepanjang pertandingan. Joaquin mengatakan, dirinya bersama Raymond telah berdiskusi dengan pelatih Chafidz Yusuf untuk mengevaluasi cara menjaga konsentrasi serta mengelola ekspektasi ketika menghadapi tekanan di lapangan. Menurutnya, kemampuan mengontrol pikiran menjadi bagian penting agar performa tetap stabil, terutama ketika pertandingan berlangsung ketat dan membutuhkan perjuangan hingga gim penentuan."Evaluasi kami, tadi sudah berbicara juga dengan coach Chafidz Yusuf tentang bagaimana caranya untuk menjaga pikiran, fokus dan tentunya lebih jaga ekspektasinya selama pertandingan supaya tetap terkontrol dan mohon dukungannya para badminton lovers," kata Joaquin.
Evaluasi tersebut diharapkan membantu Raymond/Joaquin tampil lebih konsisten pada pertandingan berikutnya. Dengan persaingan yang semakin ketat, menjaga kestabilan mental akan menjadi salah satu modal penting bagi pasangan Indonesia untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Soroti Adaptasi Lapangan dan Smash Lawan
Sementara itu, Raymond Indra menilai proses adaptasi di lapangan turut memengaruhi penampilan mereka pada pertandingan tersebut. Ia mengakui bahwa dirinya bersama Joaquin belum bisa langsung menemukan permainan terbaik sejak awal laga.Di sisi lain, Jonathan Dresp/Simon Krax memiliki keunggulan melalui pukulan smash yang keras. Kondisi tersebut menuntut Raymond/Joaquin untuk lebih cermat dalam membaca permainan dan menentukan strategi menghadapi tekanan lawan.
Raymond menjelaskan bahwa fokus pada setiap poin serta permainan tanpa memberikan bola lob menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka mengatasi perlawanan pasangan Jerman tersebut.
"Pertandingan tadi kami masih adaptasi di lapangan dan tadi mainnya masih belum langsung in. Lawan sendiri memiliki keunggulan di smashnya yang kencang. Kunci kemenangan hari ini, fokus poin per poin dan fokus di bola no lob-nya," jelas Raymond.