Pria berjuluk pelatih naga api tersebut menyampaikan pernyataan bernada perpisahan. "Terima kasih untuk semuanya," tulis Herry IP dengan emoji dua telapak tangan dirapatkan.
Pesan Herry IP tersebut mengundang beragam spekulasi di kalangan para pencinta badminton Indonesia. Banyak yang menilai Herry IP meninggalkan kursi pelatih kepala ganda putra pelatnas. Bahkan ada juga yang menduga Herry IP bakal pergi untuk melatih negara lain.

Semakin menjadi teka-teki, karena kalimat bernada perpisahan itu disampaikan Herry IP setelah ganda putra Indonesia gagal total di Kejuaraan Dunia Badminton 2023 yang berlangsung di Denmark, beberapa waktu lalu.
| Baca juga: Apriyani/Fadia Mensyukuri Raihan Perak Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis |
Tercatat, para ganda putra Indonesia berguguran di Denmark. Indonesia hanya membawa pulang satu medali perak melalui ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Terlepas dari kegagalan nomor ganda putra, namun sosok Herry IP juga diklaim sebagai orang yang paling berperan melahirkan pemain ganda putra terbaik di dunia. Bahkan, saat ini Indonesia masih menjadi negara yang paling ditakuti untuk nomor ganda putra.
Herry IP sudah bertugas di pelatnas Cipayung untuk tim utama sejak 1999 atau 24 tahun lalu. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi dari PBSI terkait dengan status Herry IP pasca Kejuaraan Dunia Badminton 2023.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda