Awal pertandingan, penampilan Ihsan memang kurang meyakinkan. Ia kerap tertinggal dalam perolehan angka. Namun, ketika berhasil menyamakan kedudukan 6-6, Ihsan mampu mengambil alih irama permainan dan balik memimpin menjadi 8-6. Permainan netting Ihsan pun makin tajam, berbeda dengan di awal, ia sering kalah adu netting dengan lawan.
Namun sayang, Ihsan beberapa kali membuat kesalahan sendiri yang membuat lawan meraih angka berturut-turut. Sempat berkejaran 17-19, Ihsan akhirnya kalah di game pertama setelah shuttlecock pengembalian Avihingsanon membentur net namun jatuh di area pertahanan Ihsan.
Game kedua berhasil dimenangkan Ihsan lewat serangan-serangan tajamnya, meskipun lawan kerap mengajaknya bermain reli-reli yang menegangkan. Ihsan juga tampil meyakinkan di awal game penentuan dengan melaju 5-0 hingga 16-12. Namun pelan-pelan Avihingsanon berhasil mengumpulkan poin demi poin hingga ia kembali menemukan rasa percaya dirinya dan akhirnya memenangkan pertandingan.
“Saya tidak memainkan penampilan terbaik. Banyak sekali pukulan-pukulan yang tidak pas, dan permainan saya cenderung monoton, kurang variasi,” kata Ihsan soal pertandingannya.
“Sebetulnya lawan tidak banyak berubah dibanding pertemuan sebelumnya, namun saya yang kurang bermain maksimal, seharusnya saya bisa bermain lebih baik dari hari ini. Kecepatan kaki saya berkurang, rasanya pergerakan saya lambat sekali,” tambah Ihsan.
“Saat unggul jauh di game ketiga, saya seperti kehilangan fokus dan agak bingung bagaimana menahan laju lawan. Hal ini membuat saya kehilangan banyak poin dan dibalap oleh lawan,” Ihsan mengakui.
Ihsan dan Avihingsanon memang tercatat saling mengalahkan. Ihsan pernah dikalahkan di Vietnam Open 2015, ia kemudian membalas di pertandingan beregu SEA Games Singapura 2015 antara Indonesia melawan Thailand. (Badmintonindonesia)
Video: Review Grand Prix Malaysia
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News