Kekalahan tersebut membuat Jonatan gagal mengamankan tiket semifinal turnamen BWF World Tour Super 1000 sekaligus kembali dipaksa mengakui keunggulan Victor Lai setelah pertemuan mereka di Indonesia Open 2026.
Jalannya Pertandingan
Jonatan mengawali pertandingan dengan cukup baik dan mampu mengimbangi permainan Victor Lai pada fase-fase awal gim pertama. Kedua pemain saling beradu reli panjang dengan tempo tinggi, namun Victor tampil lebih sabar dalam membangun serangan.
Memasuki pertengahan gim pertama, Victor mulai mengambil kendali pertandingan. Pertahanan rapat yang dipadukan dengan variasi pukulan membuat Jonatan beberapa kali gagal menyelesaikan serangan. Pebulu tangkis Kanada itu pun terus menjaga keunggulan hingga menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16.
Pada gim kedua, Jonatan berusaha meningkatkan intensitas permainan untuk mengejar ketertinggalan. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu sempat memberikan tekanan melalui permainan menyerang dan berhasil memangkas selisih poin.
Namun, Victor kembali menunjukkan kematangan bermain. Saat Jonatan mulai kehilangan ritme, unggulan kedelapan tersebut langsung menaikkan tempo permainan dan memanfaatkan setiap celah yang muncul. Konsistensi Victor membuat Jonatan kesulitan bangkit hingga akhirnya gim kedua berakhir dengan skor 21-14 untuk kemenangan wakil Kanada tersebut.
Jonatan Puji Kualitas Victor Lai
Meski harus mengakui keunggulan lawannya, Jonatan tetap bersyukur atas perjuangannya di lapangan dan menganggap dirinya telah memberikan kemampuan terbaik. "Pasti pertama bersyukur dulu. Puji Tuhan walaupun kalah tapi ya ini yang sudah terbaik yang saya lakukan," ujar Jonatan seusai laga ketika diwawancarai Tim Media & Humas PBSI.
Jonatan juga memberikan apresiasi kepada Victor Lai yang dinilainya memiliki potensi besar untuk menjadi pemain papan atas dunia. "Saya melihat Victor Lai salah satu pemain muda yang sangat baik. Saya rasa dia bisa jadi pemain yang bagus juga ke depan, terlihat dari cara dia bermain yang tenang, sabar, dan defense-nya juga solid. Juga variasi pukulannya cukup baik," imbuhnya.
Kehilangan Fokus Jadi Titik Balik
Jonatan mengaku strategi yang disiapkannya sebenarnya sempat berjalan sesuai rencana. Namun, beberapa kali kehilangan fokus membuat Victor berhasil mengubah jalannya pertandingan.
"Saya merasa sudah melakukan yang terbaik. Beberapa kali polanya sudah benar, tapi tiba-tiba berubah dan dia melihat celah itu. Ketika saya agak sedikit kendur, dia coba untuk menaikkan tempo permainan sehingga saya secara tidak langsung mengikuti pola dia lagi," terang Jonatan.
"Yang tadinya sudah enak, tapi ketika ada satu momen break, dia melihat celahnya," lanjut pria yang akrab disapa Jojo tersebut.
Masih Cari Cara Taklukkan Victor Lai
Jonatan mengakui masih belum menemukan formula yang tepat untuk mengalahkan Victor Lai. Kendati demikian, ia merasa penampilannya kali ini sudah lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya di Indonesia Open 2026.
"Masih mencari cara yang tepat untuk menang dari dia tapi sedikit lebih belajar dari yang kemarin di Indonesia Open. Dan tadi juga sedikit sudah bisa mengeluarkan permainan yang baik juga tapi memang di momen-momen yang break itu yang penting untuk tetap jaga fokusnya yang belum konsisten," tutup Jonatan.
Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu menegaskan evaluasi terbesar yang harus dilakukannya adalah menjaga fokus pada poin-poin krusial. Dengan pembenahan tersebut, Jonatan berharap dapat menemukan cara untuk mematahkan permainan Victor Lai ketika keduanya kembali bertemu di turnamen berikutnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda