Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro. A)
Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro. A)

Proses Pemulihan Fisik Tim Bulu Tangkis Ganda Putri Indonesia

Olahraga bulu tangkis indonesia open
Kautsar Halim • 12 Juli 2019 21:01
Jakarta: Skuat bulu tangkis ganda putri Tanah Air masih terus berbenah jelang Indonesia Open 2019. Mereka digembleng supaya kuat berkompetisi, baik secara fisik, teknik dan mental.
 
Khusus latihan fisik, biasanya dilakukan dengan lari di jogging track dan angkat beban di gym pelatnas PBSI, Cipayung. Apabila tidak terkontrol, bisa saja mereka malah cedera.
 
Sebagai antisipasi cedera, tim ganda putri Indonesia juga menjalani proses pemulihan atau recovery seusai latihan. Salah satu caranya dengan berendam di air es.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Banyak terjadi inflamasi pada otot. Berendam air es bisa membantu recovery dan membuat robekan otot merapat kembali,” kata Ary Subarkah, pelatih fisik tim ganda putri.

Klik:PB Djarum Berburu Atlet Muda Bermental Juara


Berendam air es dilakukan semua pemain ganda putri selama 30 detik. Masing-masing dari mereka merendam seluruh tubuh hingga leher dan diulang sebanyak 8-10 kali. Setelah berendam, tubuh mereka disiram dengan air bersuhu normal.
 
Proses pemulihan atau recovery bisa juga dilanjutkan dengan pijat (massage), mengompres bagian tertentu dengan es, serta contrass bath yaitu berendam di air es dan air hangat secara bergantian.
 
“Sebetulnya bisa juga berendam di air es langsung ke air hangat, tapi teknik seperti ini (rendam air es saja tanpa air hangat) juga ada,” kata Ary seperti tertuang dalam rilis Humas PBSI.
 
Greysia Polii sedang berendam air es. (Foto: Humas PBSI)
Proses Pemulihan Fisik Tim Bulu Tangkis Ganda Putri Indonesia
 
Dituturkan Ary, program recovery sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Intensitas dan frekuensi program disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.
 
Setelah recovery otot, para atlet diprogram menerima asupan makanan yang bernutrisi. Jika sudah begitu, proses pemulihan latihan pun bisa berjalan maksimal.
 
"Setelah latihan berat, recovery dan relaksasi, tubuh mereka akan disuplai nutrisi sehingga lebih siap menghadapi turnamen,” tutup Ary.
 
Program recovery juga tetap berjalan selama turnamen. Tim pendukung sudah mempersiapkan peralatan seperti recovery pump maupun peralatan lainnya.
 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif