Igarashi/Takahashi begitu menguasi jalannya pertandingan, Ana/Trias tak dapat mengeluarkan permainan mereka dan terus tertinggal jauh. Ana/Trias juga banyak melakukan unforced errors yang menguntungkan pihak lawan.
“Hari ini kami tampil kurang baik. Sebetulnya kami sudah siap dengan pola yang mau kami mainkan, tapi kami tidak bisa keluar dari tekanan,” kata Ana usai pertandingan. “Kami terlalu terbawa permainan lawan,” imbuh Trias.
Ana juga mengatakan bahwa pola main lawan mirip dengan pola main sektor ganda campuran karena Igarashi merupakan mantan pemain ganda campuran yang pernah berpasangan dengan Yuta Watanabe.
Baca juga: Indonesia Masters 2026: Sabar/Reza Bangkit dan Melaju ke Perempat Final
“Dia (Igarashi) kan pernah main ganda campuran, jadi mereka memang mainnya menyerang terus dan pola ini memaksa kami untuk bermain no lob, seharusnya kami tidak terbawa pola seperti ini,” tutur Ana yang bersama Trias menjadi finalis di Australian Open 2025.Ana/Trias bakal mengevaluasi penampilan mereka bersama para pelatih, Karel Mainaky dan Nitya Krishinda Maheswari.
“Ketenangan di lapangan harus diperbaiki lagi, sama defense-nya juga harus lebih rapat,” kata Trias.
Ana/Trias merupakan salah satu kombinasi pasangan baru, hasil perombakan oleh coach Karel. Sebelumya, Ana berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi, sedangkan Trias bersama Rachel Alessya Rose.
“Kami mencoba profesional saja, sebagai pemain ganda, bertukar pasangan itu biasa terjadi. Jadi kami fokus ke masing-masing individu saja, fokus sama pasangan main kami saat itu,” ucap Ana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News