Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus berlangsung pada 9 hingga 13 September 2026. Para peserta bersaing untuk mendapatkan Super Tiket sekaligus kesempatan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis.
Peserta terbagi dalam tiga kategori usia, yakni U-11, KU-11, dan KU-12 untuk putra dan putri. Kudus menjadi kota ketiga pelaksanaan audisi setelah sebelumnya digelar di Pekanbaru pada Juli dan Makassar pada Agustus.
Peserta Datang dari Papua
Salah satu peserta yang menempuh perjalanan jauh menuju Kudus adalah Siti Athiyyah Salsabila dari Mimika, Papua Tengah.
Siti datang bersama sang ayah, Hasan Samiun. Keduanya bahkan tiba di Kudus sekitar dua pekan sebelum audisi dimulai untuk mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan teknik Siti.
“Kami berprinsip datang ke Kudus tidak bisa setengah-setengah. Mental, ketahanan dan teknik bermain harus benar-benar dipersiapkan,” ujar Hasan.
Menurut Hasan, mereka sengaja datang lebih awal agar Siti bisa beradaptasi dengan kondisi di Kudus. Persaingan di audisi juga menjadi kesempatan bagi putrinya untuk menghadapi lawan dari berbagai daerah.
Persiapan tersebut membuahkan hasil. Siti yang mengikuti kategori KU-11 berhasil melewati babak screening dan melanjutkan perjuangannya di tahap berikutnya.
“Seru sekali, mengikuti Audisi Umum PB Djarum berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah. Tapi aku tak gentar dan ingin terus bertanding,” kata Siti.
Siti juga memiliki target besar. Ia ingin terus berlatih agar suatu hari dapat meneruskan prestasi legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti.
Ada Juga Peserta dari Pekanbaru
Selain Siti, perjuangan dari luar Pulau Jawa juga ditunjukkan Austin Christian asal Pekanbaru.
Austin bukan kali pertama mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026. Ia sebelumnya telah mengikuti proses seleksi di Pekanbaru dan kembali mencoba peruntungan di Kudus.
“Saya ingin masuk PB Djarum yang menjadi salah satu klub besar di Indonesia. Saya akan terus berlatih, pantang menyerah untuk terus mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding karena aku ingin menjadi juara dunia,” ujar Austin.
Sang ayah, Bambang Suri Widodo, terus memberikan dukungan. Menurutnya, pengalaman mengikuti seleksi menjadi bagian penting dalam proses Austin mengejar cita-citanya sebagai pebulu tangkis.
Bambang juga mengingatkan anaknya untuk tidak hanya memikirkan kemenangan, tetapi mampu bermain tenang dan siap menghadapi hasil pertandingan.
Kevin Sanjaya Bantu Cari Bibit Baru
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus juga melibatkan legenda PB Djarum, Kevin Sanjaya Sukamuljo, dalam Tim Pencari Bakat.
Bagi Kevin, kembali ke GOR Djarum Jati membawa kenangan tersendiri. Ia pernah mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006 sebelum berkembang menjadi salah satu pemain ganda putra terbaik Indonesia.
Kevin menilai mental bertanding menjadi salah satu modal penting bagi pebulutangkis muda.
“Hadir di GOR Jati membuat saya bernostalgia semasa pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum di tahun 2006 lalu,” kata Kevin.
Menurut dia, peserta harus mampu menyeimbangkan keinginan untuk menang dengan kesiapan menerima hasil pertandingan.
“Antara keinginan untuk menang dan rasa takut kalah itu harus seimbang,” ujarnya.
Kevin juga menilai antusiasme 1.601 peserta menjadi sinyal positif bagi regenerasi bulutangkis Indonesia.
Teknik dan Mental Jadi Penilaian
Jumlah peserta yang mencapai 1.601 orang membuat Tim Pencari Bakat PB Djarum harus bekerja ekstra untuk menemukan pemain yang memiliki potensi berkembang.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, mengatakan sejumlah aspek menjadi perhatian dalam proses seleksi, mulai dari teknik dasar, footwork, stroke, smash hingga postur.
“Kami akan mengamati cara mereka menguasai lapangan dengan footwork yang dimiliki, kemudian kualitas tekniknya apakah sudah baik seperti cara memegang raket, stroke, footwork, hingga smash,” ujar Sigit.
Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, mengatakan faktor nonteknis seperti mental juga ikut diperhatikan. Tim pencari bakat bahkan mencoba melihat potensi perkembangan fisik peserta dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Hendrawan, menyebut pembinaan atlet putri membutuhkan proses panjang. Karena itu, tim akan melihat kemampuan teknik, tenaga, semangat bertanding, serta konsistensi peserta.
Perebutan Super Tiket
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus diawali dengan babak screening pada 9 dan 10 September. Peserta bertanding satu gim hingga 21 poin tanpa sistem deuce atau setting. Pergantian lapangan dilakukan ketika salah satu pemain mencapai 11 poin.
Seleksi kemudian berlanjut ke fase turnamen pada 11 hingga 13 September.
Untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur pertandingan, peserta putra wajib mencapai semifinal. Sementara peserta putri harus menembus babak final.
Peluang juga masih terbuka bagi peserta yang tidak mencapai batas tersebut. Tim Pencari Bakat dapat memberikan Super Tiket Pilihan kepada pemain yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Namun, Super Tiket bukan akhir perjalanan. Peserta yang mendapatkannya akan menjalani karantina selama empat minggu di asrama PB Djarum.
Selama masa karantina, mereka akan menjalani evaluasi dari berbagai aspek, termasuk kedisiplinan, teknik, dan kualitas sebagai calon atlet binaan PB Djarum.
Bagi 1.601 pebulu tangkis muda yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Siti dari Mimika, Audisi Umum PB Djarum 2026 menjadi kesempatan untuk membuka jalan menuju impian menjadi atlet bulu tangkis berprestasi.