NEWSTICKER
Praveen Jordan/Melati Daeva juara All England 2020. (Foto: AFP/Oli Scarff)
Praveen Jordan/Melati Daeva juara All England 2020. (Foto: AFP/Oli Scarff)

Wabah Virus Korona

Tim All England 2020 Latihan di Lapangan Terpisah

Olahraga bulu tangkis Virus Korona
Gregorius Gelino • 19 Maret 2020 16:31
Jakarta: Tim All England 2020 sudah memasuki hari kelima isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung. Kelompok pertama menjalani isolasi sejak Minggu, 15 Maret dan kelompok kedua mulai isolasi pada Selasa, 17 Maret.
 
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengatakan, bahwa mulai hari ini, Kamis, 19 Maret, tim sudah ada yang latihan di lapangan terpisah. Tim All England berlatih di enam lapangan di pelatnas dan jam latihan telah diatur masing-masing pelatih tiap sektor.
 
"Atlet yang pulang dari All England latihannya terpisah dari atlet yang lain, lapangan yang dipakai juga terpisah. Begitu pula dengan pemakaian gym, akan diatur dan tetap dikontrol dokter dan bagian logistik," komentar Susy yang juga tengah menjalani isolasi mandiri sepulangnya dari Birmingham, Inggris.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Susy juga memberikan update terkini seputar kondisi atlet yang telah beberapa hari menjalani isolasi mandiri. Tim dokter rutin meninjau atlet ke asrama tempat mereka diisolasi untuk mengecek suhu tubuh dan kondisi atlet serta tim ofisial yang baru kembali dari Birmingham.
 
"Sampai hari ini hasil laporan dari tim dokter semua dalam kondisi baik. Pokoknya semua tak lepas dari pantauan dokter," ujar Susy.
 
Susy juga berharap semua atlet bisa tetap menjaga kesehatan dan kondisi di tengah kondisi seperti ini. Saat ini, lebih dari 15 turnamen internasional bahkan nasional sudah dibatalkan akibat wabah covid-19, namun Susy memandang bahwa kondisi tanpa turnamen ini tidak mempengaruhi atlet.
 
"Harusnya tidak terpengaruh ya, karena jadinya kan cuma tidak ada pertandingan, karena situasi yang kurang kondusif. Keselamatan dan kesehatan lebih diutamakan," cerita Susy.
 
"Saya sendiri memang belum pernah mengalami masa seperti ini. Zaman saya dulu beda lagi situasinya, pernah mau ikut turnamen di saat Perang Teluk, jadi kalau mau berangkat tanding harus muter-muter cari rute tidak boleh melewati Timur Tengah," lanjutnya.
 
Saat ini, tim All England tidak hanya dipantau oleh dokter tapi juga ahli gizi. Asupan makanan dan vitamin atlet betul-betul dijaga.
 
Tak hanya atlet, seluruh tim ofisial yang kembali dari All England termasuk pelatih, fisioterapis, hingga ahli pijat juga mendapatkan perhatian khusus dalam hal pantauan medis dan nutrisi selama masa isolasi mandiri.
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif