Atlet bulu tangkis junior binaan PB Djarum (Medcom.id/Rhobi Shani)
Atlet bulu tangkis junior binaan PB Djarum (Medcom.id/Rhobi Shani)

Tamplek Mengantarkan Halifia Jadi Binaan PB Djarum

Olahraga bulu tangkis
Rhobi Shani • 13 September 2019 18:34
Kudus: Halifia Usni Pratiwi adalah satu dari belasan atlet putri junior binaan PB Djarum. Sejak setahun yang lalu, bocah berumur 10 tahun itu masuk dalam didikan PB Djarum. Menjadi atlet bulu tangkis adalah cita-citanya sejak kecil.
 
“Awalnya tertarik bulu tangkis karena di sekolah sering bermaintamplek(bermain bulu tangkis dengan raket dari kayu). Sejak saat itu tertarik terus ikut PB Efran setiap Sabtu-Minggu. Masuk ke sini (PB Djarum) memang kepengin,” ujar putri pasangan Usodo dengan Anggraeni, Jumat, 13 September 2019.
 
Bocah berambut cepak itu mencertikan, tidak mudah bisa menjadi asuhan PB Djarum. Selain diseleksi ketat, setelah masuk dirinya pun dituntut untuk berlatih dengan sungguh-sungguh. Sekali saja tidak bersemangat, maka akan ditegur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Latihan mulai dari bangun tidur. Terus sekolah, habis itu latihan lagi. Berat memang, pas tidak semangat pernah kena teguran,” kata Helifia, putri buruh rokok itu.
 
Helifia yang mengaku mengidolakan Liliyana Natsir mengatakan, semuanya sudah terprogram selama dalam pembinaan. Mulai jadwal bangun tidur, waktu berlatih, sekolah, beristirahat, bermain, dan liburan.
 
“Cita-cita saya ingin jadi pemain profesional,” ungkap Helifia, warga Desa Sadang Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus.
 
Hal senada diungkapkan atlet junior binaan PB Djarum, Muhammad Rizky Mubarok. Bocah asal Solo yang biasa disapa Barok itu mengaku sudah satu setengah tahun berlatih di PB Djarum. Cita-citanya menjadi pemain bertaraf internasional seperti idolanya Anthony Sinisuka Ginting.
 
“Ayah kerjanya ngumpulin ban, lalu dijual. Awalnya sering sering diajak latihan oleh ayah. Mulai main waktu TK kemudian fokus saat SD. Sampai kemudian saya lolos audisi bulu tangkis di Solo,” kata Barok.
 
Sama dengan Hefilia, semenjak bangun tidur hingga hendak tidur, semua kegiatannya sudah terjadwal. Mulai dari latihan pagi, sekolah, latihan sore dan istirahat.
 
“Bangun pagi langsung cuci muka, latihan pagi, sekolah, istirahat, tidur siang, latihan sore, istirahat, bermain dengan teman-teman dan tidur lagi,” beber Barok.
 
Selama mengikuti proses pembinaan di PB Djarum, Barok mengaku tidak menuai kendala. Hanya, ketika awal bergabung di PB Djarum dia harus menyesuaikan jadwal pembinaan dengan kebiasaannya sehari-hari sebelum bergabung.
 
“Tapi itu ya, pas di awal-awal saja. Waktu karantina dulu memang kerap merasa kangen sama orang tua. Hanya itu saja, selanjutnya ya, tidak sulit,” pungkas Barok.
 
Video: KPAI dan PB Djarum Sepakat Audisi Bulu Tangkis Tak Dihentikan
 

 

(GRG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif