Sering bertanding hingga adu setting, Wahyu/Ade mengaku terkadang mereka sedikit trauma. Namun kali ini mereka bisa mengatasi ketegangan dan memenangkan pertandingan melawan peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tersebut.
"Pertandingan memang ketat sekali di game pertama, sampai harus setting. Saat itu kami cuma berusaha untuk fokus. Kami sudah berapa kali mengalami ini dan jadi pelajaran buat kami, sering kalah waktu setting," ungkap Wahyu dilansir PBSI.
"Waktu setting tadi, saya coba flick service, biasanya saya nggak pernah flick service, Ade yang sering. Tapi kalau lagi kritis begini, harus bisa spekulasi dan lebih nekad saja," lanjutnya.
Ade menambahkan bahwa mereka berusaha untuk tidak memikirkan tekanan-tekanan saat adu setting di beberapa pertandingan di turnamen sebelumnya. Mereka lebih memilih untuk fokus ke pertandingan dan tidak ingin konsentrasi mereka terganggu.
"Trauma pasti ada, sekecil apapun pasti ada, karena sudah beberapa kali kalahnya dari setting. Cara mengatasinya main nekad saja dan fokus, mau bagaimana lagi, harus nekad tapi tetap kontrol mainnya," ujar Ade.
Wahyu/Ade mengatakan bahwa Goh/Tan masih menjadi ganda putra yang tak mudah untuk dikalahkan meskipun tak di puncak karier mereka. Goh/Tan memiliki pertahanan yang rapat dan smash keras, Wahyu/Ade pun berusaha untuk tidak mengarahkan shuttlecock ke atas demi menghindari serangan Goh/Tan.
Masih ada dua wakil ganda putra Indonesia yang akan bertanding hari ini yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Video: Kalahkan Senegal, Aljazair Juara Piala Afrika 2019
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News