Kedua pasangan menampilkan permainan luar biasa sejak game pertama. Akan tetapi, Isara/Phuangphuapet berhasil tampil lebih efektif. Sementara itu, Angga/Ricky kurang taktis pada skor-skor kritis yang membuat mereka kalah 18-21.
BACA: Jadi Pengganti Iannone di Ducati, Barbera akan kembali Perkuat Avintia
Pada game kedua, Angga/Ricky mengubah gaya bermain mereka dengan lebih menekan pertahanan Isara/Phuangphuapet dengan smash dan pukulan kombinasi. Hasilnya, mereka berhasil menang 21-17 dan memaksa pertandingan berlanjut ke game ketiga atau rubber game.
Pada game ketiga, permainan ketat dan tak mau mengalah ditunjukkan kedua pasangan. Angga/Ricky terlihat akan menyudahi perlawanan dan akan masuk final setelah unggul 19-15 atas lawan mereka.
Namun, Angga/Ricky justru kembali lengah pada skor-skor kritis seperti pada game pertama. Sang lawan, pasangan asal Thailand berhasil mengambil poin satu demi satu dan membuat skor menjadi imbang 19-19.
Saat skor imbang 19-19, dewi fortuna lebih berpihak kepada Isara/Phuangphuapet. Permainan rally membuat pasangan Indonesia melakukan kesalahan dan membuat mereka tertinggal 19-20. Akhirnya, smash Isara menembus pertahanan Angga/Ricky dan kemenangan diraih pasangan Thailand dengan skor akhir 21-19.
Hasil ini membawa Isara/Phuangphuapet menjejak final kedua dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, mereka berhasil masuk final di ajang Denmark Open Super Series 2016 tapi kalah dari pasangan Malaysia, V Shem Goh/Wee Kiong Tan.
Sementara itu, kekalahan Angga/Ricky membuat Indonesia tanpa wakil di final dalam dua turnamen berturut-turut. Di Denmark Open pekan lalu, Indonesia juga tanpa wakil pada laga puncak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News