Tangkapan Layar - Menpora Zainudin Amali dalam diskusi daring bertajuk evaluasi PON Papua oleh Media Center Jakarta, Kamis (14/10/2021). (Foto: Antara/Sihol Hasugian)
Tangkapan Layar - Menpora Zainudin Amali dalam diskusi daring bertajuk evaluasi PON Papua oleh Media Center Jakarta, Kamis (14/10/2021). (Foto: Antara/Sihol Hasugian)

Menpora Bentuk Tim Percepatan Pencabutan Sanksi dari WADA pada LADI

Olahraga Bulu Tangkis Piala Thomas Komite Olimpiade Indonesia LADI WADA
Alfa Mandalika • 18 Oktober 2021 15:25
Jakarta: Menpora Zainudin Amali telah membentuk tim yang bertugas untuk mempercepat pencabutan sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI). Hal itu dilakukan menyusul larangan bendera Merah Putih berkibar di berbagai kejuaraan olahraga internasional.
 
Pembentukan tim tersebut sekaligus merespons tidak adanya bendera Merah Putih saat penyerahan medali Piala Thomas 2020 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu malam.
 
Kejadian tersebut merupakan pertama kalinya terjadi sejak sanksi WADA terhadap LADI resmi diberlakukan sejak surat teguran terkait ketidakpatuhan aturan program uji doping dilayangkan beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu keputusan rapat (dengan LADI dan KOI), saya membentuk tim yang tugasnya ada dua, yaitu untuk melakukan akselerasi terhadap upaya-upaya kita supaya sanksi terhadap LADI ini bisa diakhiri," ujar Amali dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Senin 18 Oktober 2021.
 
Selain melakukan percepatan agar hukuman WADA segera dicabut, tim tersebut juga bertugas untuk melakukan investigasi duduk perkara terkait ketidakpatuhan LADI atas aturan uji doping sehingga gagal memenuhi ambang batas minimal sampel pengujian.
 
Tim tersebut diketuai oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan dibantu oleh Sekretaris Jenderal KOI, dua orang perwakilan dari LADI dan induk cabang olahraga yang sering mengikuti kejuaraan internasional, serta satu orang perwakilan dari pemerintah atau Kemenpora.
 
Sementara itu, Oktohari menyatakan siap melakukan berbagai upaya serta lobi-lobi agar sanksi terhadap LADI segera dicabut.
 
"Langkah pertama, kami akan segera berkoordinasi internal antara Kemenpora dan LADI. Kami butuh satu bulan untuk merapikan data-data yang kami serap dari LADI, dan maksimalkan lobi-lobi untuk bisa memaksimalkan upaya pencabutan sanksi," kata Okto.
 
"Investigasi akan melibatkan pihak-pihak yang lebih kompeten sehingga kesalahan seperti ini tidak terjadi lagi. Situasi ini tantangan yang tidak mudah, tetapi dengan kekompakkan kita bisa menyelesaikan ini," pungkasnya. (Ant)
 
(ASM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif