Dejan/Felisha harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 18-21, 21-16, 16-21. Hasil ini membuat mereka gagal melaju ke babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Kekalahan itu terasa mengecewakan karena Dejan/Felisha sempat bangkit pada gim kedua. Namun, mereka gagal mempertahankan momentum saat memasuki gim penentuan dan akhirnya harus mengakhiri langkah lebih awal.
Dejan/Felisha Kehilangan Momentum di Gim Ketiga
Dejan/Felisha tidak mampu mengamankan gim pertama setelah kalah tipis 18-21. Mereka kemudian memperbaiki permainan pada gim kedua dan merebutnya dengan skor 21-16 untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga.
Sayangnya, kebangkitan tersebut tidak berlanjut. Pada gim penentuan, Dejan menilai mereka justru terlalu berhati-hati dan lebih sering melakukan kesalahan sendiri. Sejumlah peluang untuk mendapatkan poin pun terlepas akibat kesalahan tipis.
"Secara hasil belum maksimal tapi secara permainan kalau dibandingkan kemarin di Denmark Open kami merasa lebih baik," kata Dejan seusai laga dalam keterangan resmi Tim Media & Humas PBSI.
"Sangat disayangkan di gim ketiga lebih banyak mati sendiri dan terlalu hati-hati. Jadi yang harusnya tidak mati malah mati. Yang harusnya kami bisa dapat poin, ada missed sedikit akhirnya gagal poin," lanjutnya.
Felisha Akui Perubahan Permainan Lawan
Felisha juga menilai permainan mereka membaik setelah interval gim kedua. Saat itu, Dejan/Felisha merasa sudah mampu mengendalikan pertandingan dan yakin dapat merebut gim tersebut.
Namun, situasi berubah pada gim ketiga. Pasangan Thailand melakukan penyesuaian, sementara pengembalian Dejan/Felisha mulai terbaca. Kondisi itu membuat wakil Indonesia kesulitan menemukan cara untuk kembali menguasai permainan.
"Di gim kedua setelah interval, permainan saya membaik. Kami juga yakin bisa ambil karena kendali sudah dipegang," ujar Felisha.
"Di gim ketiga kami mencoba lagi teguh dengan permainan itu tapi lawan ada perubahan. Pengembalian kami sudah diantisipasi terutama setelah poin 11 itu jadi kami kesulitan. Tidak banyak waktu untuk mencari cara untuk mengatasinya. Ini jadi pelajaran lagi buat kami," tambahnya.