Bangkit Setelah Kalah di Game Pertama
Selsi mengakui bahwa dirinya bersama Halifia sempat mengalami kesulitan pada game pembuka. Keduanya masih berusaha menemukan pola permainan yang tepat untuk menghadapi tekanan dari pasangan Denmark.Menurut Selsi, lawan memiliki kekuatan yang cukup baik, terutama dari segi power. Selain itu, Athene Lyduch Thornild juga dinilai mempunyai kemampuan sambungan bola yang bagus sehingga mampu menyulitkan permainan mereka.
"Kami baru bermain hari ini, tadi sempat ada kendala di game pertama karena kami masih mencari pola main yang pas. Di game kedua dan ketiga kami sudah mendapatkan pola mainnya dan bisa menang cukup jauh," ujar Selsi.
Setelah tertinggal 10-15 pada game pertama, Selsi/Halifia mulai menemukan ritme permainan pada game kedua. Mereka tampil lebih efektif hingga mampu menyamakan kedudukan setelah menang 15-8.
Momentum tersebut berhasil dipertahankan pada game penentuan. Selsi/Halifia semakin percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan untuk mengamankan kemenangan telak 15-4.
Fokus dan Enjoy Jadi Kunci Kemenangan
Selsi menilai fokus dan menikmati pertandingan menjadi faktor penting di balik keberhasilan mereka membalikkan keadaan. Setelah mampu beradaptasi dengan permainan lawan, pasangan Indonesia tersebut bisa menjalankan strategi dengan lebih baik. "Mereka secara power lumayan bagus dan Athene Lyduch memiliki sambungan bola yang lumayan bagus. Kunci kemenangan tadi fokus dan enjoy," papar Selsi.Kemampuan untuk tetap tenang setelah kehilangan gim pertama menjadi modal penting bagi Selsi/Halifia. Mereka tidak membiarkan tekanan dari lawan mengganggu permainan dan justru mampu meningkatkan performa pada dua gim selanjutnya.
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Selsi/Halifia ke babak 32 besar BWF World Junior Championships 2026. Tantangan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi pasangan muda Indonesia itu untuk melanjutkan langkah mereka di kejuaraan dunia junior.
Halifia Bidik Podium di Kejuaraan Dunia Junior 2026
Halifia turut menjelaskan bahwa kondisi lapangan pada gim pertama menjadi salah satu faktor yang membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. Posisi kalah angin membuat pasangan Indonesia harus menghadapi tekanan sejak awal pertandingan."Di game pertama posisi kami memang kalah angin dan lawan juga langsung menekan duluan jadi kami bingung sendiri. Di kejuaraan dunia junior tahun ini target saya mau podium," beber Halifia.
Meski sempat kehilangan game pembuka, Selsi/Halifia mampu melakukan evaluasi dengan cepat dan memperbaiki pola permainan. Kebangkitan tersebut menjadi bukti pentingnya adaptasi dan konsistensi dalam menghadapi lawan di level internasional.
Target podium yang diusung Halifia pun menjadi motivasi tersendiri bagi pasangan Indonesia untuk terus melangkah sejauh mungkin di BWF World Junior Championships 2026. Mereka diharapkan mampu menjaga momentum positif, meningkatkan performa, dan mewujudkan ambisi meraih prestasi di panggung dunia junior.