Hasil ini di luar ekspektasi Gregoria. Pasalnya, ia menargetkan lolos ke delapan besar, mengingat hasil undian yang diterimanya pada awal turnamen.
"Awalnya paling enggak bisa ke delapan besar. Soalnya saya liat undiannya sepertinya bisa. Tapi tadi pergerakan kaki saya lambat, sering telat ambil bola dari lawan. Kedepannya saya juga harus menambah kekuatan saya,” kata Gregoria usai bertanding.
Menanggapi hasil yang diraih anak asuhnya, pelatih tunggal putri, Minarti Timur mengaku akan mengevaluasi permainan Gregoria. Meski begitu ia menganggap lawan Gregoria memang memiliki rangking lebih tinggi.Klik di sini: 10 Venue Asian Games di Jakabaring Rampung sebelum Akhir Tahun
“Jam terbang dan pengalaman juga lebih banyak dia. Dengan kondisi lapangan seperti ini dia lebih pintar mengontrol bola, mengontrol angin dan seperti apa harus bermain," ujar Minarti.
"Gregoria game pertama bingung. Waktu nyoba-nyoba tapi mampu diantisipasi oleh lawan, jadi dia bingung. Nggak yakin sama pukulannya, dan nggak bisa maksimal,” dalih Minarti.Klik di sini: Bottas Resmi Perpanjang Kontrak
Dengan demikian, wakil Indonesia di sektor tunggal putri telah habis. Sebelumnya ada Fitriani yang telah lebih dulu gugur pada babak awal oleh andalan Jepang Sayaka Sato.
Michael van der Mark Resmi Gantikan Rossi
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News