Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting (kanan), mengangkat trofi Piala Thomas. (Claus Fisker / Ritzau Scanpix / AFP)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting (kanan), mengangkat trofi Piala Thomas. (Claus Fisker / Ritzau Scanpix / AFP)

Kaleidoskop Olahraga 2021: Kembalinya Piala Thomas ke Indonesia

Kautsar Halim • 28 Desember 2021 13:13
Kesuksesan merebut Piala Thomas menjadi salah satu prestasi terbaik tim bulu tangkis Indonesia di sepanjang 2021. Pasalnya, Indonesia belum pernah lagi menjuarai turnamen bulu tangkis beregu putra paling bergengsi di dunia itu dalam 19 tahun terakhir.
 
Tiongkok menjadi negara yang paling sering menjuarai Piala Thomas dalam 19 tahun terakhir, dan hanya Jepang serta Denmark saja yang bisa mengganggu dominasi mereka pada musim 2014 dan 2016. Tapi saat penyelenggaraan musim 2020 yang tertunda setahun akibat pandemi covid-19, Tiongkok malah telak dari Indonesia.
 
Berlangsung di Aarhus, Denmark pada 9-17 Oktober 2021, tim bulu tangkis putra Indonesia sudah tampil menjanjikan sejak fase penyisihan grup Piala Thomas 2020. Perlawanan Thailand, Taiwan, dan Aljazair mampu diredam dengan baik hingga akhirnya Indonesia lolos ke semifinal sebagai juara Grup A.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia lantas diadang oleh Malaysia pada perempat final. Tapi, itu bukan masalah besar karena negara tetangga bisa dikalahkan dengan skor telak, 3-0 lewat kemenangan yang dipersembahkan Anthony Sinisuka Ginting, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Jonatan Christie.
 
Perjalanan Indonesia tampak mulai menemui kesulitan ketika bentrok dengan Denmark pada semifinal. Pasalnya, Anthony Ginting yang diturunkan pada laga pertama langsung keok dari tunggal putra terbaik dunia Viktor Axelsen dengan skor 9-21 dan 15-21 dalam tempo 46 menit.
 
Namun menariknya, Denmark tidak dibiarkan mengembangkan asa karena Indonesia langsung membalikkan keadaan lewat tiga laga selanjutnya yang dimainkan oleh Marcus/Kevin, Jonatan Christie, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Alhasil, Denmark bisa dikalahkan dengan skor 3-1.
 
Selanjutnya pada final, Indonesia memang mampu menang telak 3-0 atas Tiongkok. Tapi, jalur menuju juara tetap tidak mudah dilalui karena para pebulu tangkis Tiongkok sempat memberikan perlawanan sengit, khususnya ketika Jonatan bentrok dengan Li Shi Feng pada laga ketiga.
 
Saat itu, Jonatan baru bisa menutup laga setelah tampil selama 1 jam 22 menit dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-14. Sebelumnya, terdapat Fajar/Rian yang menang dalam dua game langsung, dan Anthony Ginting yang bertanding sengit selama 1 jam 17 menit melawan Lu Guang Zu pada laga pertama. 
 
Dengan kesuksesan ini, Indonesia artinya memperkokoh diri sebagai peserta yang paling sering menjuarai Piala Thomas dengan koleksi 14 gelar, dan Jonatan Christie menjadi pemain yang paling lama bertanding di turnamen Piala Thomas 2020. Berbagai fakta menarik tentang kesuksesan Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 bisa klik di sini.
 
Sayangnya, bendera Merah Putih tidak bisa berkibar dalam seremoni pengalungan medali di Denmark karena Indonesia sedang menjalani sanksi Badan Antidoping Dunia (WADA). Kemudian, prestasi tersebut juga gagal diikuti tim Piala Uber Indonesia yang kalah dari Thailand pada perempat final dengan skor, 2-3.
 
Meski demikian, pemerintah tetap merespons baik prestasi menjuarai Piala Thomas dengan guyuran bonus sebesar Rp10 miliar yang diberikan kepada PBSI pada beberapa bulan kemudian.  Selengkapnya klik di sini.
 

 
(KAH)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif