ilustrasi
ilustrasi

GMPG: Jangan Sampai Golkar Gagal di Pemilu 2024

Nasional capres Pilpres golkar
Media Indonesia.com • 26 Januari 2022 22:13
Jakarta: Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Almanzo Bonara menilai terdapat anomali di tubuh Partai Golkar. Sebab pencalonan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada pemilu 2024 masih jauh dari harapan. 
 
“Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan harapan. Sebab, performa Airlangga Hartarto dipandang belum layak masuk dalam panggung kontestasi pencapresan nanti,” ujar Almanzo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Padahal, lanjut Almanzo, semua langkah konsolidasi telah dilakukan dengan menggerakkan semua instrumen partai. Namun hingga saat ini, hasil survei menunjukan elektabilitas Airlangga tidak mampu mencapai angka diatas 5%. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tentunya, lanjut Almanzo, hal ini memperkuat asumsi publik bahwa Airlangga calon presiden kurang mendapat simpati publik dan tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat. 
 
“Terbukti, konsolidasi partai yang dilakukan selama ini tidak mampu mendongkrak Airlangga Hartarto secara elektoral selaku calon presiden,” paparnya. 
 
Baca: Pembahasan Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Maret 2022 oleh Komisioner Baru
 
Hal ini tentu menunjukkan bahwa Partai Golkar telah mengalami dekadensi konsep dan ide dalam mempersiapkan strategi kepemimpinan nasional. Sebab, lanjut Almanzo, secara eksistensial Partai Golkar tidak lagi mampu menjadi pendulum dan inersial dalam pentas kepemimpinan bangsa. 
 
“Karena lemahnya kepemimpinan partai dalam menjalankan kerja-kerja politik yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Semua menjadi tersumbat akibat kerja partai yang sering terjebak dalam ruang seremonial semata, wajar bila Golkar semakin sulit meraih simpati publik,” tuturnya. 
 
Karena itu, Almanzo menyarankan, kondisi ini harus menjadi alarm yang serius bagi semua kader partai akibat anomali dalam pengelolaan partai. 
 
"Saya kira kita jangan lagi mendaur ulang kesalahan Partai Golkar pada pemilu 2014 lalu. Karena itu elite partai harus objektif dan bijaksana dalam mengambil kebijakan strategis bagi partai,” pungkasnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif