Calon Anggota DPD Eks Koruptor Kemungkinan Bertambah
Komisioner KPU Ilham Saputra - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut ada sejumlah mantan koruptor yang tengah mengajukan sengketa pencalonan anggota DPD ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Para eks koruptor ini berpotensi masuk daftar calon tetap (DCT).

"Sekarang ini sengketa masih diproses, ada yang menang di ajudikasi di Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), tetapi kebanyakan ini calon Anggota DPD yang merupakan mantan narapidana korupsi (yang ajukan sengketa)," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Oktober 2018.

Ilham mengatakan beberapa mantan koruptor yang mengajukan sengketa DCT bahkan tidak tercantum dalam daftar calon sementara (DCS). Mereka memiliki peluang untuk masuk DCT jika Bawaslu mengabulkan gugatan mereka.


"Di Sulawesi Utara ada dua (bacaleg eks koruptor), Sumatera Utara ada satu, Bangka Belitung ada satu, dan banyak daerah lainnya, kita tunggu saja ya, kalau Bawaslu nanti putuskan masukan, ya kami masukan (ke DCT)," kata Ilham.

(Baca: Peserta Pemilu Diminta Gunakan Kampanye Mendidik)

KPU menetapkan DCT anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Pemilu 2019 sebanyak 807 caleg di 34 provinsi daerah pemilihan. Dari 807 caleg, sejauh ini ada tiga yang merupakan mantan napi korupsi.

Mereka adalah Abdullah Puteh, calon Anggota DPD dapil Provinsi Aceh, Ririn Rosyana di dapil Provinsi Kalimantan Tengah, serta Syachrial Kui Domopou di dapil Sulawesi Utara.

Mereka lolos sebagai caleg setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan peraturan KPU (PKPU) yang melarang eks napi korupsi nyaleg.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id