Anggota Komisi XI DPR M. Misbakhun. Foto: Metrotvnews.com/Nur Azizah
Anggota Komisi XI DPR M. Misbakhun. Foto: Metrotvnews.com/Nur Azizah

Misbakhun Pantau Terus RUU Pertembakauan

Nasional tembakau cukai tembakau
K. Yudha Wirakusuma • 15 Januari 2019 11:00
Pasuruan: Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta masyarakat membantunya mengawal Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan. Menurut caleg daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur II yang meliputi Pasuruan dan Probolinggo ini, Jawa Timur, punya kepentingan atas RUU Pertembakauan.
 
Jawa Timur dianggap memiliki kontribusi signifikan terhadap produksi tembakau nasional. Seperti Madura, Probolinggo, Pasuruan, Jember dan Banyuwangi merupakan penghasil tembakau.
 
"Itu semua sudah meliputi 47 persen produksi tembakau nasional,” kata Misbakhun saat berbicara dalam kegiatan Konsolidasi Internal dan Pemantapan Tim Pemenangan Partai Golkar Dapil Jawa Timur II di desa Nogosaren, kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Senin, 14 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Inisiator RUU Pertembakauan itu menjelaskan sebagian besar masyarakat di wilayah Probolinggo-Pasuruan berprofesi sebagai petani. Menurutnya, banyak petani di Probolinggo yang menekuni tembakau.
 
Misbakhun menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau. Apalagi, petani tembakau sudah terbukti memiliki kontribusi besar bagi penerimaan negara.
 
"Bapak dan ibu harus tahu bahwa sumbangan tembakau untuk penerimaan negara dalam bentuk cukai itu Rp150 triliun, ditambah pajak sekitar Rp200 triliun. Ini artinya lebih dari Rp300 triliun untuk negara,” ujarnya.
 
Salah satu juru bicara di Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin itu menambahkan, saat ini penerimaan negara dari cukai dan pajak rokok dialokasikan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan, gaji guru, tentara, perawat, dokter. Namun, sampai saat ini belum ada undang-undang yang secara khusus mengatur tembakau sebagai komoditas.
 
Misbakhun mengatakan, tembakau sebagai hasil produk pertanian agrikultura juga berpotensi mengalami jatuh harga. Karena itu, paparnya, harus ada upaya menjaga tembakau sebagai komoditas.
 
Baca: Pemerintah Siap Bahas RUU Pertembakauan
 
Misbakhun mengusulkan agar dalam RUU Pertembakauan juga mengamanatkan pembentukan tim penentu harga. Pihak yang duduk dalam tim itu adalah unsur pemda, asosiasi petani tembakau dan pabrikan atau pengusaha rokok.
 
“Nanti akan dicarikan mekanisme penetapan harga tembakau sehingga stabil. Sering kali para tengkulak memesan tembakau terlebih dahulu tembakau sebelum dipanen sehingga harganya di tingkat petani jatuh,” katanya.
 
Jika kelak UU Pertembakauan berlaku, maka akan bisa memberikan titik cerah bagi nasib petani. Sebab, melalui UU itu pula akan ada pengaturan tentang bagaimana petani bisa mendapatkan akses terhadap bibit dan sarana alat dan ketersediaan pengairan yang baik.
 
Dalam RUU Pertembakauan, katanya, juga akan ada klausul yang mewajibkan pemerintah melakukan penelitian agar tembakau bisa diolah menjadi produk selain rokok. “Inilah salah satu UU yang diusulkan, termasuk di dalamnya adalah pabrikan lokal harus menyerap tembakau nasional sebesar 80 persen,” terangnya.
 
Legislator asal Pasuruan itu mengakui, ikhtiarnya mengegolkan RUU Pertembakauan memang belum tuntas. Namun, Misbakhun akan terus memperjuangkan RUU Pertembakauan. “Saya tahu perjuangan ini masih belum tuntas. Karena itu saya mohon didukung kembali agar perjuangan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat Probolinggo -Pasuruan,” ujar caleg Golkar bernomor urut 1 itu di hadapan 600-an relawan Tetap Misbakhun (Tekun).
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi