Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemerintah Diminta Tak Tutup Kuping untuk Cari Formula PPKM

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 ppkm PPKM Darurat
Candra Yuri Nuralam • 26 Juli 2021 07:40
Jakarta: Pemerintah diminta tidak menutup kuping dalam mencari formula yang tepat untuk kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Saran masyarakat perlu didengar.
 
"Pemerintah harus mendengarkan masukan dari berbagai pihak, ahli epidemiologi, kalangan pengusaha, pekerja, masyarakat terdampak, dan juga kelompok-kelompok masyarakat lainnya," kata anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay melalui keterangan tertulis, Senin, 26 Juli 2021.
 
Saleh menegaskan pemerintah perlu mendapatkan hasil survei suara masyarakat terkait kebijakan pencegahan covid-19 ini. Pemerintah perlu mendengarkan kesulitan masyarakat selama PPKM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Ketua DPR Ingin Pasien Isolasi Mandiri Diberikan Makanan dan Vitamin
 
"Tanpa diminta, sudah banyak kalangan yang bersuara. Mereka memberi masukan dari banyak aspek. Termasuk aspek efektivitas PPKM darurat, kemampuan faskes, kecukupan tenaga medis, alat dan obat-obatan, bahkan sampai pada dampak yang ditimbulkan bagi roda perekomian masyarakat," ujar Saleh.
 
Saleh mengamini bakal ada pro dan kontra jika mendengar seluruh suara masyarakat. Namun, pemerintah bisa bijak menentukan kesimpulan yang membuat banyak pihak lebih aman selama PPKM. Masyarakat juga diminta legawa jika pemerintah sudah membentuk keputusan.
 
"Pemerintahlah yang memiliki data status penanganan covid-19 di Indonesia. Pemerintah juga yang mengetahui dampak dari kebijakan tersebut terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat," tutur Saleh.
 
Saleh berharap pemerintah bijak. Penanganan pandemi dengan PPKM diminta tidak terfokus kepada penanganan kesehatan. Faktor jaring pengaman sosial masyarakat diminta diperhatikan agar masyarakat tidak menjerit.
 
"Tanpa jaring pengaman sosial dan bantuan sosial, kebijakan ini dinilai tidak akan efektif. Dipastikan akan tetap ada orang yang mencoba melanggar prokes karena faktor kebutuhan sehari-hari," tegas Saleh.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif