Ilustrasi. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) keripik tengah memproduksi barang. Medcom.id/Farhan Dwitama
Ilustrasi. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) keripik tengah memproduksi barang. Medcom.id/Farhan Dwitama

RUU Ciptaker Dijamin Jadi Karpet Merah untuk UMKM

Nasional UMKM Omnibus Law
Antara • 01 Juli 2020 06:06
Jakarta: Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja akan mempermudah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjalankan bisnis. Di antaranya perizinan yang terintegrasi.
 
Dia menyebut ada dua jenis perizinan yang akan diberi kemudahan. Izin tersebut yakni perizinan lisensi pendirian pendaftaran usaha serta sertifikasi izin edar dan sertifikasi halal.
 
Pendirian perseroan terbatas untuk sektor UMKM yang sebelumnya harus dilakukan dua orang dipermudah menjadi hanya satu orang. Dewan juga telah meminta tarif pajak penghasilan (PPh) bagi sektor UMKM dinihilkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski belum ada keputusan, kemungkinan akan ada pengurangan tarif. "Kami juga telah memutuskan untuk kebijakan fiskal di sektor UMKM yang saat ini tarif PPh finalnya 0,5 persen, kami minta ke pemerintah untuk dinolkan. Pemerintah sudah mulai mengeluarkan angka, kemungkinan di angka 0,2 persen," kata Andi, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan sektor UMKM memang menjadi fokus utama RUU Ciptaker. Sebab, UMKM menyerap tenaga kerja paling besar.
 
"Kita tahu tenaga kerja yang terserap di sektor UMKM ini terbesar, hampir 90 persen sehingga sektor ini harus dioptimalkan," katanya.
 
Supratman mengungkapkan pihaknya masih membahas RUU Cipta Kerja. Dari 15 bab yang ada, DPR telah menyelesaikan pembahasan beberapa bab. Termasuk kemudahan, perlindungan, serta pemberdayaan UMKM dan koperasi.
 
"Kita berusaha agar penciptaan lapangan pekerjaan ini jadi hal yang tidak terpisahkan dari tujuan RUU Cipta Kerja sebagai roadmap menyiapkan regulasi kemudahan investasi," katanya.
 
Adapun bab soal ketenagakerjaan akan dibahas di bagian akhir menyusul banyaknya sorotan termasuk penolakan dari kalangan buruh.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif