Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: MI/Mohamad Irfan
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: MI/Mohamad Irfan

KPK: Partai Tak Mau Transparan

Nasional parpol
Nur Azizah • 27 November 2019 13:59
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan rekomendasi terkait dana partai politik (parpol). Parpol diminta transparan soal sumber keuangan partai politik dan pembelanjaannya.
 
"Terus terang hampir semua partai politik tidak berkenan untuk membuat transparan keuangan partai politik," kata Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.
 
KPK, kata dia, juga merekomendasikan parpol membuka proses kaderisasi. Syarif mendapatkan banyak keluhan terkait mahalnya biaya untuk masuk ke dalam partai politik. Masalah ini membuat banyak kader yang pindah-pindah partai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak kader yang merasa tidak bisa sampai ke atas karena enggak punya modal. Oleh karena itu kita usulkan juga agar proses kaderisasi di partai politik itu berdasarkan merit sistem," ungkap dia.
 
Rekomendasi ketiga, KPK menyinggung penegakan etik di partai politik. Bila masalah transparansi, kaderisasi, hingga etik ini sudah terselesaikan, pemerintah pun bisa menambah sumbangan terhadap pengelolaan partai politik.
 
"Tapi terus terang belum ada satu partai politik yang memenuhi ketiga syarat itu," ujar dia.
 
KPK meminta ketiga isu ini menjadi syarat untuk memperoleh dana parpol dari pemerintah. KPK dan LIPI mengusulkan agar dana parpol dinaikkan dari Rp103 per surat suara menjadi Rp10 ribu. Namun, kenaikan itu dilakukan secara bertahap selama 10 tahun.
 

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif