Mantan cawapres Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Mantan cawapres Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Sandi Memilih Jadi Oposisi

Nasional koalisi partai pilpres 2019
Kautsar Widya Prabowo • 14 Juli 2019 16:37
Jakarta: Mantancalon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno memberikan sinyal memilih menjadi oposisi pada pemerintah ke depan. Ia menyebut pihak yang tidak terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 harus konsisten mengoreksi dan meningkatkan pengawasan kinerja pemerintah.
 
Sandi menyebut tidak adanya oposisi akan berpengaruh terhadap menurunnya kinerja pemerintah. Secara tidak langsung, pemerintah bisa bekerja secara sewenang-wenang.
 
"Pemerintah akan ugal-ugalan tidak ada yang ingetin, ibaratnya itu harus ada mitra yang di luar," kata Sandi dalam diskusi milenial di Restoran Upnormal, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sandi menegaskan menjadi oposisi akan lebih baik ketimbang memilih menjadi menteri. Pasalnya, menteri secara struktural memiliki tanggung jawab kepada presiden.
 
"Jadi oposisi itu tidak bisa dipecat, betul kan. Jadi menteri bisa dipecat, oposisi bisa enggak? Enggak bisa. Jadi kita enggak perlu khawatir menyuarakan apa yang terbaik," tegas dia.
 
Di sisi lain, niat Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk membantu Presiden terpilih Joko Widodo dalam membangun Indonesia dianggap masih rancu. Dia tak tegas akan bersikap sebagai oposisi atau koalisi pemerintah.
 
"Istilah membantu itukan mulitafsir, membantu dalam arti misalnya Gerindra akan menjadi bagian pemerintah (atau sebaliknya)," kata pengamat politik Exposit Strategic Arif Susanto.
 
Menurut dia, bukan tidak mungkin partai berlambang garuda itu akan berlabuh ke kubu koalisi. Hal ini mengingat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, Prabowo sempat berduet dengan Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
 
Namun, Arif menilai oposisi juga dibutuhkan untuk jalannya pemerintahan yang lebih baik. Prabowo, yang sempat berpasangan dengan Sandi di pilpres, pun diharap bisa memperjelas posisinya dalam periode pemerintahan 2019-2024.
 
Prabowo dan Jokowi bertemu kembali setelah Pilpres 2019 di Stasiun MRT Lebak Bulus, Sabtu, 13 Juli 2019. Prabowo manyatakan kesiapannya untuk membantu kinerja Jokowi untuk lima tahun ke depan.
 
Baca: Prabowo Dikabarkan Bakal Hadir di Pidato Jokowi
 
"Menjadi presiden itu adalah mengabdi, jadi masalah yang beliau pikul itu besar. Kami siap membantu untuk kepentingan rakyat," ujar Prabowo.
 
Namun, calon presiden (capres) yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga memberikan sinyal tetap berada di luar pemerintahan. Ia siap menjadi penyeimbang pemerintah atau oposisi .
 
"Oposisi juga siap, check and balance siap," tutur dia.
 
Menurut Prabowo, ada hal yang lebih penting ketimbang menjadi koalisi atau oposisi. Indonesia, kata dia, harus menjadi negara kuat dan kembali bersatu.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif