Syahrul Yasin Limpo Minta Teroris Ditindak Keras

Dheri Agriesta 14 Mei 2018 03:52 WIB
terorisme
Syahrul Yasin Limpo Minta Teroris Ditindak Keras
Ketum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) dan Bupati Minahasa Utara Vonny Anneke Panambunan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Jakarta: Ketua DPP Hubungan Antar Daerah dan Otonomi Daerah Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo mengecam aksi terorisme di Surabaya. Ia menekankan, pemerintah tak bisa menggunakan pendekatan lunak kepada teroris. 

"Kita belum lupa kejadian di Mako Brimob. Kini mereka menyerang di Surabaya. Tindakan keras yang dijamin peraturan perundang-undangan harus dipakai pada para teroris," ucap Syahrul dalam keterangan tertulisnya yang diterima Medcom.id, Minggu, 13 Mei 2018.

Menurut Syahrul, pemerintah telah menggunakan pendekatan lunak terhadap aksi di Mako Brimob. Pendekatan lunak diambil demi kemanusiaan. 


Namun, pelaku teror tak jera. Usai membunuh enam polisi di Mako Brimob, kelompok teroris malah menyasar sejumlah rumah ibadah di Surabaya. Belasan orang meninggal dalam aksi yang dilakukan di tiga rumah ibadah itu. Puluhan warga yang terluka masih dirawat di rumah sakit. 

"Jika pendekatan lunak sudah tidak mempan, maka negara harus tegas bahkan keras terhadap teroris," kata Syahrul.

Gubernur Sulawesi Selatan ini menegaskan, aksi teror di Surabaya bukan ulah orang waras. Pasalnya, aksi dilakukan di tempat ibadah. "Orang mau beribabah mau dibom. Hanya orang tidak waras yang percaya tindakan seperti itu akan disukai Tuhan," ucap Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini.

Terorisme bukan ajaran agama manapun. Tak ada pembenaran untuk aksi tersebut. Ia menilai, aksi teror itu juga tak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. 

"Sebagai muslim, saya ingat sekali Rasulullah SAW mengajarkan, membunuh satu orang tanpa hak dan alasan benar, sama dengan membunuh semua manusia. Teroris juga justru melanggar ajaran Nabi Muhammad SAW dan karena itu tentu saja melanggar ajaran Islam," pungkas Syahrul.



(AGA)