Direktur Perludem Titi Anggraini (kiri) dan Ketua KPU Arief Budiman (kanan) dalam diskusi publik terkait korupsi, pilkada, dan penegakkan hukum. (Foto: MI/Susanto).
Direktur Perludem Titi Anggraini (kiri) dan Ketua KPU Arief Budiman (kanan) dalam diskusi publik terkait korupsi, pilkada, dan penegakkan hukum. (Foto: MI/Susanto).

Pemilu Serentak 2019 Dianggap Belum Mampu Perkuat Sistem Presidensial

Nasional pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 29 Mei 2018 21:50
Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai pileg dan pilpres yang serentak diadakan pada 2019 belum mampu memperkuat sistem presidensial. Pasalnya pencalonan seorang presiden masih bergantung pada hasil pileg.
 
Hal itu disampaikan Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perludem. Menurut Titi, pemilu serentak 2019 lebih pantas disebut 'pemilu borongan'.
 
"Pascareformasi kita mengintrodusir pemilihan serentak pertama kali pada tahun 2019. Namun dalam pandangan kami sistem ini belum tepat dianggap sistem serentak. Lebih cocok disebut sistem borongan yang membenani penyelengara pemilu dan menjadi tantangan tersendiri terkait kualitas kinerja dan integritas penyelenggara pemilu," kata Titi dalam diskusi bertajuk '20 Tahun Reformasi Pemilu' di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Mei 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Titi juga menilai sistem Pemilu 2019 belum mampu mewujudkan sistem presidensial yang kuat sepenuhnya lantaran pemilu digelar terpisah antara tingkat daerah dan nasional. Kondisi demikian kian parah karena diterapkannya ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen.
 
Menurutnya, sangat tidak mungkin mewujudkan sistem presidensial yang kuat jika calon presiden yang ditetapkan mengacu pada hasil pemilihan legislatif pada periode sebelumnya.
 
"Ini seusatu yang relevansinya tidak mendukung penguatan sistem presidensial. Pemilu borongan tetapi masih tidak sejalan dengan semangat memiliki sitem pemilu serentak yang memperkuat sistem presidensial kita," ucapnya.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif