Lini Masa Media Sosial Disebut Lebih Adem Selama Asian Games

20 Agustus 2018 09:59 WIB
media sosialasian games 2018
Lini Masa Media Sosial Disebut Lebih Adem Selama Asian Games
Pertunjukkan kesenian memeriahkan malam pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie menyebut lini masa media sosial cenderung lebih adem dari biasanya saat perhelatan Asian Games 2018.

Dia mengatakan warganet yang kerap melontarkan pernyataan negatif dalam setiap komentar atau unggahan di media sosial memilih membahas tentang Asian Games ketimbang persoalan politik.

"Nyaris yang biasanya tweet-war, enggak tweet-war. Lini masa di Twitter, Facebook, dan Instagram pembahasannya pembukaan Asian Games dan mereka mengaku bangga menjadi orang Indonesia," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Senin, 20 Agustus 2018.


Nukman menilai harus diakui bahwa perhelatan Asian Games dapat menyatukan Indonesia terutama warganet yang kerap berselisih hanya karena perbedaan pilihan politik.

Menurut dia, pengaruh positif saat pembukaan Asian Games begitu terasa. Ragam budaya Indonesia yang ditampilkan oleh pengisi acara secara langsung membawa semangat persatuan.

"Kalau masih ada yang nyinyir itu biasa. Apalagi suasananya masih Pilpres 2019. Tapi tidak apa-apa, biarkan saja nanti tenggelam sendiri," kata dia.

Popularitas Jokowi

Tak hanya di lini masa media sosial, Nukman melihat pembukaan Asian Games juga turut menyumbang tingkat popularitas Presiden Jokowi. Aksi Jokowi mengendarai motor gede 
membuat popularitas Jokowi meningkat pesat terutama di kalangan milenial.

"Di benak banyak orang milenial itu diwakili oleh Sandiaga Uno tapi mendadak dengan acara ini direbut oleh Jokowi. Cara Jokowi naik motor itu milenial banget," kata dia.

Nukman menyebut bukan hal aneh jika Jokowi turut serta dalam pembukaan Asian Games. Jokowi sebagai kepala negara dan tuan rumah tentu harus ikut terlibat di dalamnya.

Anggapan bahwa Jokowi tidak bisa masuk ke kalangan milenial, kata Nukman, terbantahkan dengan atraksi menunggang motor gede itu.

"Dan tampilnya memang bagus, buat lawan mungkin menyakitkan hati. Jadi yang nyinyir biar saja yang penting Asian Games sukses, banyak medali yang direbut. Dengan begitu mereka yang nyinyir akan tenggelam dengan kesuksesan acara ini," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id