Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Foto: Antara/Widodo S. Jusuf
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

Rizal Ramli Ingin Parpol Dibiayai Secara Penuh Oleh Negara

Nasional parpol pemilu serentak 2019
Intan Yunelia • 21 April 2018 05:00
Jakarta: Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan salah satu cara menekan angka korupsi dengan membiayai penuh partai politik oleh negara. Hal itu ia utarakan saat bertemu dengan Ketua Tim Pemenangan Partai Gerindra pada Pilpres 2019, Sandiaga Uno.
 
“Kami akan mengeluarkan Perppu atau Keppres supaya partai politik seluruhnya dibiayai oleh negara, jangan kayak sekarang, karena ini yang bikin rusak ini yang menghasilkan demokrasi kriminal,” kata Rizal di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 20 April 2018.
 
Menurut Rizal, demokrasi yang ada saat ini hanya menguntungkan segelintir orang. Terutama elite kelas menengah ke atas dan para pemodal yang berkongsi dengan elite partai politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami ingin ubah, karena demokrasi kriminal itu hanya membawa kesejahteraan pada sebagian kecil kaum elite,” ucap Rizal.
 
Baca:Dana Banpol Dianggap Mampu Perbaiki Parpol
 
Calon kepala daerah yang banyak tertangkap tangan bisa dicontohkan dalam kasus ini. Mereka tidak punya uang cukup untuk berkampanye dan akhirnya mengambil jalan pintas dengan korupsi.
 
Sistem pembiayaan partai politik saat ini masih berkiblat ke Amerika Serikat. Partai politik mencari pembiayaan sendiri dengan menggandeng para pemilik modal.
 
“Kita enggak ada duit partai politik nyolong di pemerintahan kita ikuti sistem Eropa sistem yang juga berlaku di Inggris Australia New Zealand partai politik seluruhnya dibiayai Negara,” ujar Rizal.
 
Baca:Banyak Parpol Tersandung Dana untuk Memperjuangkan Paslon
 
Rizal menurutkan bagaiamana negara lain kaget dengan biaya politik di Indonesia yang sangat mahal.
 
“Saya pernah nanya sama perdana menteri Belanda berapakah haabisin duit buat jadi perdana menteri. Kaget dia, bilang pertanyaan apa itu. Saya bilang kalau di Indonesia mau jadi bupati perlu Rp10 atau Rp20 miliar, untuk jadi DPR Rp2,5 miliar. Dia bingung, kok Indonesia kaya banget ya, padahal setahu dia, Indonesia ngutang sama Belanda,” tutur Rizal.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif