Ketua DPD Osman Sapta Odang
Ketua DPD Osman Sapta Odang

OSO: Pengedar Narkoba Harus Dihukum Mati

Nasional narkoba
Dheri Agriesta • 04 Mei 2018 13:50
Jakarta: Ketua DPD Osman Sapta Odang tak ingin menoleransi hukuman buat pengedar narkoba. OSO ingin pengedar narkoba dihukum mati.
 
"Harus dihukum mati, karena ancaman bagi generasi muda tentang narkoba ini sudah keterlaluan," kata OSO di Silang Barat Daya Monas, Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.
 
OSO mengingatkan pemusnahan 2,6 ton narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN). Narkoba hasil tangkapan dari BNN, Polri, Bea Cukai, dan TNI baru 20 persen dari total ancaman yang masuk ke Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang lolos 80 persen, jadi rasio yang sudah kita analisa ya kira-kira demikian," jelas Ketua Umum Partai Hanura itu.
 
Ketua DPD menilai, tugas BNN cukup berat mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba. BNN pun membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, dari tingkat desa hingga kota. "Jadi mari anak-anak muda, kita bantu BNN ini menyelamatkan generasi lain," jelas OSO.
 
Baca: Wapres Musnahkan Narkoba Senilai Triliunan Rupiah
 

 
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla memusnahkan 2,6 ton narkoba hasil tangkapan gabungan Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai, dan TNI. Kalla menyebut pemusnahan barang haram itu menyelamatkan penerus bangsa.
 
"Ini saya tanya nilainya kurang lebih dua miliar satu kotak, jadi berapa ton itu? Triliunan yang kita musnahkan di sini," kata Kalla sebelum memusnahkan narkoba di Silang Barat Daya Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Mei 2018.
 
OSO: Pengedar Narkoba Harus Dihukum Mati
Wakil Presiden memusnahkan secara simbolis satu kotak narkoba menggunakan mesin penghancur yang telah disiapkan BNN--Medcom.id/Dheri Agriesta.
 
Kalla takjub dengan barang bukti yang berhasil dikumpulkan aparat penegak hukum. Namun, berdasarkan penjelasan Kepala BNN Komjen Heru Winarko narkotika yang lolos jauh lebih banyak dari total tangkapan aparat. Narkoba menjadi salah satu ancaman yang masih mengintai masyarakat Indonesia.
 
Wakil Presiden memusnahkan secara simbolis satu kotak narkoba menggunakan mesin penghancur yang telah disiapkan BNN. Kalla didampingi Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Osman Sapta Odang, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Kepala Bulog Budi Waseso, dan Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif