NEWSTICKER
Ilustrasi - Medcom.id
Ilustrasi - Medcom.id

Demokrat Pertanyakan Penghentian 36 Kasus di KPK

Nasional kpk
Antara • 21 Februari 2020 10:31
Jakarta:Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mempertanyakan langkah KPK menghentikan 36 perkara dugaan korupsi di tingkat penyelidikan. Langkah itu menimbulkan spekulasi yang terjadi di internal korps antirasuah.
 
"KPK sebagai garda terdepan menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi serta memerangi korupsi, keputusan KPK yg menghentikan penyelidikan atas 36 kasus dugaan korupsi ini cukup mengagetkan dan melahirkan tanda tanya besar, ada apa dengan KPK," kata Didik di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020 seperti dilansir Antara.
 
Penghentian kasus ini terang Didik menimbulkan dua spekulasi di tengan publik. Pertama, apakah ada kesalahan fundamental KPK selama proses penyelidikan hingga harus dihentikan kasusnya. Kedua, dugaan adanya tebang pilih kasus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bisa saja muncul spekulasi tentang ketidakhati-hatian KPK masa lalu dalam menangani kasus. Bisa juga muncul spekulasi dengan basis yang subyektif terhadap KPK saat ini," ujarnya.
 
Dia berharap KPK menjelaskan secara terang dan utuh kebijakan menghentikan 36 kasus. Publik bisa dimintai masukan sebagai bahan evaluasipemberantasan korupsi, dengan tetap menjunjung tinggi asas hukum, hak setiap warga negara termasuk HAM.
 
"Korupsi adalah musuh kita selamanya, korupsi harus diberantas hingga akar-akarnya, namun memberantas korupsi tidak boleh melanggar hak, melanggar hukum dan juga harus menjunjung tinggi HAM," ujarnya.
 
Demokrat Pertanyakan Penghentian 36 Kasus di KPK
Gedung KPK/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan penyelidikan 36 kasus. Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri, menyebut pengumuman ini sebagai upaya transparansi.
 
"Hal ini kami uraikan lebih lanjut sesuai dengan prinsip kepastian hukum, keterbukaan, dan akuntabilitas pada publik sebagaimana diatur di Pasal 5 Undang-Undang KPK," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Dia tak memerinci kasus mana saja yang dihentikan. Namun, ada kasus baru di 2020 yang disetop penyelidikannya.
 
Kasus dihentikan karena tak memenuhi syarat ditingkatkan ke penyidikan, tak ada bukti permulaan yang cukup, tak termasuk tindak pidana korupsi dan alasan lain. Ali menyebut penghentian kasus bukan barang baru. Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, Koprs Antirasuah menghentikan 162 kasus di tingkat penyelidikan.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif