Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. ANT/Sigid Kurniawan
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. ANT/Sigid Kurniawan

Harga Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Sekitar Rp72-145 Ribu

Nasional Virus Korona
Anggi Tondi Martaon • 15 Juli 2020 06:27
Jakarta: Indonesia terus mengembangkan vaksin virus korona (covid-19). Biaya atau harga satu dosis vaksin diperkirakan USD5 sampai USD10 atau Rp72.835 hingga Rp145.671 (kurs 1 dollar Rp14.567,10)
 
"Memang belum ada karena belum ditemukan. Tapi dari keterangan PT Biofarma, perkiraan per dosis itu USD5 sampai USD10 perkiraannya," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Bambang menyebut harga tersebut sudah mencakup biaya produksi. Pemerintah sudah merundingkan mekanisme produksi agar tidak memberatkan PT Biofarma selaku produsen vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cara yang paling nyaman oleh Biofarma adalah Biofarma memproduksi nanti Kemenkes (Kementerian Kesehatan) yang membeli. Kemudian melakukan vaksinasi massal sesuai dengan jumlah orang yang harus divaksin," sebut dia.
 
(Baca: Vaksin Covid-19 Ditargetkan Diproduksi pada 2021)
 
Mantan Menteri Keuangan itu menyebut dibutuhkan anggaran sangat besar untuk memproduksi vaksin virus korona untuk seluruh penduduk Indonesia. Pemerintah diharapkan segera menyiapkan anggaran tersebut pada 2021.
 
"Kami sampaikan kepada Pak Menkes (Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto) tolonglah siapkan anggaran untuk vaksin 2021. Supaya nanti kalau vaksin ketemu langsung produksi dan langsung vaksinasi," tutur dia.
 
Dia menuturkan pemerintah menargetkan memproduksi 300 juta dosis vaksin covid-19. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk dan potensi orang yang membutuhkan vaksin lebih.
 
"Jadi belum tentu kalau kita divaksin nanti langsung punya imun, ada beberapa orang yang perlu dibooster," ujar dia.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif