Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Luhut: Covid-19 Melandai Akhir Mei 2020

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 14 Mei 2020 12:46
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut kasus virus korona (covid-19) akan melandai di akhir Mei 2020. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu.
 
"Mudah-mudahan covidnya cepat selesai. Dari hasil kita punya modeling akan mulai landai di minggu ke-4 bulan ini," kata Luhut dalam konferensi virutal acara 'Bangga Buatan Indonesia', Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Luhut berharap hasil pemodelan itu benar-benar terjadi. Dengan begitu, laju perkembangan virus korona semakin menurunnya di Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kita berharap bulan depan sudah semakin bagus. Tapi masker dengan cuci tangan, jaga jarak itu harus dijaga," ujarnya.
 
Baca: Jokowi Ajak Publik Berdoa Demi Terbebas Covid-19
 
Sebelumnya, Pusat Kajian Visi Teliti Saksama (Visi) memprediksi pandemi covid-19 di Indonesia akan mereda pada Juni 2020. Visi menghitung jumlah kasus meninggal dan sembuh akibat covid-19 akan mencapai keadaan konstan pada hari ke-100, semenjak kasus pertama terkonfirmasi di Indonesia pada awal Maret 2020.
 
"Dari pengujian tim Visi pada 31 hari sejak kasus positif pertama covid-19 muncul, ditemukan reproductive number sebesar 19. Hal ini bermakna setiap satu orang terinfeksi dapat menularkan kepada 19 orang lainnya,” kata peneliti Visi, Widyar Rahman.
 
Menurutnya, dari nilai reproductive number, dapat diprediksi kontrol sebaran pandemi. Ia menambahkan perkembangan jumlah kasus baru covid-19 akibat penularan dari orang terinfeksi di Indonesia akan berlangsung sekitar 50 hari.
 
Rentang waktu ini dihitung dari hari ketika kasus positif terkonfirmasi pertama kali di Indonesia, yakni 2 Maret 2020. Sehingga, masa infeksi tersebut diperkirakan berjalan kurang lebih hingga 20 April 2020.
 
"Lantaran masa penularan yang berlangsung selama 50 hari, pada hari ke-100 angka kematian dan sembuh mencapai keadaaan konstan," kata dia.
 
Uji sistem dinamik dilakukan tim riset Visi melalui proses validasi model pemantauan data historikal. Data tersebut dikeluarkan Kementerian Kesehatan periode 2 Maret 2020 hingga 2 April 2020 sebagai data referensi harian.
 
Data ini mencakup jumlah kasus kumulatif, jumlah pasien sembuh, dan meninggal. Secara umum, model yang diusung Visi ini memiliki rentang waktu simulasi selama 180 hari yang akan berakhir pada 31 Agustus 2020.
 
Widyar menjelaskan pada dasarnya peninjauan aspek kesehatan covid-19 dengan pemodelan pandemi yang dilakukan Visi mengikuti pola harian sejak kasus pertama muncul. Dengan kata lain, program self isolation, social distancing, penggunaan masker, cuci tangan menggunakan sabun, dan penggunaan hand sanitizer yang sedang digalakkan pemerintah telah masuk dalam model ini.
 
Proses pemantauan ini sebenarnya memiliki batasan tertentu. Karena data yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah setiap harinya kemungkinan menyisakan orang-orang yang tidak atau belum terdeteksi.
 
Beberapa batasan lain yaitu bahwa model ini tidak dapat menentukan orang dalam pemantaua (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) secara spesifik. Model ini juga tidak memperhitungkan kejadian reinfeksi virus, dampak sosial pandemi akibat kebijakan pemerintah, dan pengaruh budaya masyarakat dalam merespons keadaan darurat covid-19.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif