Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

KPK Memelototi Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nasional Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Fachri Audhia Hafiez • 29 Juli 2020 12:35
Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar berharap polemik program organisasi penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera tuntas. Lembaga Antirasuah akan mengawal pelaksanaan program tersebut.
 
"Kami terhadap POP juga memberikan perhatian. Mungkin kita akan melihat dan membantu kementerian (Kemendikbud) terhadap pelaksanaan tersebut," kata Lili dalam webinar KPK bertajuk 'Menjaga Integritas dalam Implementasi Kebijakan PPDB', Rabu, 29 Juli 2020.
 
Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tengah mengevaluasi proses seleksi POP. Masalah ini membuat Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mundur dalam program itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Evaluasi itu menyasar penilaian dari pihak eksternal terhadap sistem POP serta efektivitas program di tengah pandemi covid-19. Selain itu, organisasi yang terlibat dalam POP akan diseleksi lagi mengenai kredibilitas dan kelayakannya.
 
"Kami memutuskan untuk melakukan evaluasi 3-4 pekan," ujar Nadiem.
 
POP menuai pro kontra. Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, PP Muhammadiyah, dan PGRI mundur dari POP karena merasa janggal dengan program tersebut. Proses seleksinya dinilai tak transparan. Nadiem telah meminta maaf atas polemik ini.
 
Baca: Poros Pelajar Nasional Usulkan Anggaran POP Dialihkan Bantu Honorer
 
POP menjadi salah satu ide Nadiem di program Merdeka Belajar. Kemendikbud menyeleksi ribuan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga untuk mendukung program pelatihan guru dan tenaga pendidik. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp575 miliar.
 
Sebanyak 184 proposal dari 156 ormas dinyatakan lolos seleksi termasuk, NU, Muhammadiyah, dan PGRI. Seluruh organisasi terpilih akan mendapat kucuran dana mulai Rp1 miliar, Rp5 miliar, hingga maksimal Rp20 miliar.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif