Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Diprediksi Aman Akhir 2022, Kelonggaran Penggunaan Masker Dianggap Terlalu Dini

Kautsar Widya Prabowo • 18 Mei 2022 14:33

Jakarta: Pelonggaran penggunaan masker dianggap terlalu dini. Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menegaskan status pandemi covid-19 belum berganti menjadi endemi.
 
"Masker ini adalah salah satu perilaku yang selain mudah, murah, efektif dalam mencegah penularan yang ditularkan lewat udara seperti covid-19," ujar Dicky kepada Medcom.id, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Dicky menyebut kondisi covid-19 di Tanah Air diprediksi benar-benar membaik akhir 2022. Ia menyarankan pelonggaran protokol kesehatan (prokes) dilakukan bertahap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sependapat dari kebijakan Pak Presiden (Joko Widodo) sebelumnya kita bertahap lah, kan ada transisi enam bulan, saya prediksi akhir tahun ini sudah dalam kondisi yang jauh lebih baik dan aman," terang dia.
 
Selain itu, ia meminta pemerintah menjelaskan secara rinci aturan pelonggaran penggunaan masker di luar ruangan. Penjelasan penting agar masyarajat tak bingung. 
 
"Yang namanya komunikasi risiko itu harus memberikan informasi yang memadai ke publik. Sehingga publik bisa menilai dalam kondisi aman atau tidak saya pakai masker," kata Dicky.
 
Baca: Pemerintah Diminta Memerinci Pelonggaran Penggunaan Masker?
 
Dicky menilai pernyataan Presiden Jokowi terkait pelonggaran penggunaan masker belum jelas. Persoalan ini harus segera diselesiakan menteri terkait.
 
"Mengenai penggunaan masker ini harus hati-hati ya. Jangan sampai membangun euforia atau percaya diri yang membuat kita abai," bebernya.
 
Presiden melonggarkan kebijakan penggunaan masker. Kepala Negara menjelaskan kebijakan diputuskan karena kondisi penanganan pandemi covid-19 di Indonesia semakin terkendali.
 
"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," ujar Jokowi dalam keterangan resmi yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Namun, Presiden ke-7 Indonesia itu meminta masyarakat tetap menggunakan masker saat berkegiatan di ruangan tertutup. Masker juga tetap digunakan di dalam transportasi publik. Masyarakat yang masuk kategori rentan, seperti lansia atau yang memiliki penyakit komorbid disarankan tetap menggunakan masker saat beraktivitas.


 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif