Pintu Gerbang di Istana Wapres--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta
Pintu Gerbang di Istana Wapres--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Mengintip Pintu 'Kucing-kucingan' Istana Presiden

Nasional wapres
Dheri Agriesta • 17 Februari 2015 19:10
medcom.id, Jakarta: Kendati telah berumur, namun akses masuk menuju Istana Kepresidenan masih menjadi pilihan favorit para tokoh yang ingin bermain 'kucing-kucingan' dengan pewarta. Letaknya yang sedikit menyempil membuat tak banyak orang mengetahui keberadaannya.
 
Bentuknya pintu gerbang berwarna hitam itu tak ada yang istimewa. Pintu gerbang terlihat sederhana, terdiri dua belah daun pintu berwarna hitam dengan motif yang dapat ditemukan di gerbang pintu rumah-rumah biasa.
 
Terletak di depan parkir Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat. Gerbang tak menonjol. Berbagai macam pohon dan bunga hias tumbuh di taman sebelah kiri gerbang, berduet dengan sebuah pohon besar di bagian kanan gerbang. Menenggelamkan keberadaan gerbang yang dikunci dengan satu gembok besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak banyak yang menggunakan gerbang ini. Era orde baru, gerbang ini hanya dilewati barang-barang yang tak bisa lewat melalui pintu depan Istana Negara. Itu pun tak sering, seperti barang-barang untuk peringatan 17 Agustus.
 
"Dulu zaman Pak Soeharto cuma dipakai untuk bawa barang-barang buat upacara 17-an," kata salah satu keamanan, Pramono Sidiq, saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Kantor Wapres, Selasa (17/2/2015).
 
Era Jusuf Kalla (JK) menjadi pendamping Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kantor Wapres telah berdiri. Namun gerbang ini tak banyak digunakan. JK memilih menggunakan Istana Wakil Presiden di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sebagai tempatnya bekerja. Gerbang baru sering dilalui pada era Wakil Presiden Boediono.
 
Boediono telah mulai berkantor di Kantor Wapres, menuruti keinginan Presiden SBY saat itu. "Baru dipakai untuk akses itu zaman Pak Boediono, itu karena Pak SBY pengen dekat biar lancar gitu," tambah Pramono.
 
Kini penghuni berganti. Presiden Jokowi naik menggantikan SBY yang telah memeintah selama dua periode. Gerbang ini mulai dilewati banyak orang. Tokoh-tokoh nasional seringkali lewat melalui pintu ini. Tak hanya Wakil Presiden. Menjelang pengumuman kabinet misalnya, beberapa tokoh seperti Ketua PPATK M Yusuf, beberapa kandidat menteri, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kerap melewati pintu ini.
 
"Baru sekarang, zaman Pak Jokowi-JK, dipakai tokoh nasional yang mau ke Istana, tapi enggak mau banyak orang tahu," jelas Pramono.
 
Tak ada salahnya tokoh-tokoh nasional ingin melewati gerbang ini. Asalkan ada koordinasi yang jelas sebelum menggunakan pintu belakang menuju Istana Presiden ini. "Enggak nyalahin protokoler, karena yang penting koordinasi antar komandan komplek kalau ingin lewat sini," ujar pria paruh baya ini.
 

(YDH)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif